Take a fresh look at your lifestyle.

Dengan LPDP sampai Korea

1

Seri Kapita Selekta kembali hadir. Kali ini dengan pemateri yang  masih seperti biasanya menyenangkan. Dalam kesempatan kelas kapita selekta kemarin, kami mahasiswa teknik metalurgi yang notabene merupakan gabungan dari angkatan 2016 dan 2017 berkesempatan untuk mendengarkan cerita mengenai pengalaman Desi Maulida, seorang mahasiswa teknik kimia yang berhasil menyelesaikan pendidikan magisternya di Hanyang University, Korea selatan sebagai mahasiswa penerima beasiswa LPDP.
Beasiswa LPDP pada dasarnya merupakan salah satu beasiswa unggulan yang diberikan pemerintah untuk mahasiswa-mahasiswa pilihan dari berbagai univeritas yang ingin melanjutkan studi S2 maupun S3 nya di dalam atau di luar negeri.
Dalam kelas Kapita Selekta minggu lalu, pemateri kami memberikan informasi mengenai alur pendaftaran yang beliau lakukan pada masa itu untuk dapat mengikuti beasiswa LPDP. Beliau sendiri merupakan penerima beasiswa LPDP tahun 2015 dengan kategori 3T. Beasiswa ini dikhususkan untuk mahasiswa-mahasiswa yang berasal dari wilayah yang masih membutuhkan perhatian lebih dari pemerintah. Beasiswa LPDP pada dasarnya diberikan dengan tujuan agar Indonesia akan mempunyai sumber daya dengan kualitas lebih baik ke depannya.
Setelah melakukan seleksi berkas penerimaan,  Ka Desi melakukan pendaftaran dengan terlebih dahulu dengan menghubungi professor dari Hanyang University yang memiliki fokus yang sama dengan beliau via email. Dalam email tersebut beliau menyampaikan ketertarikannya untuk melanjutkan pendidikan di Hanyang University dan juga ide tugas akhirnya yang berkaitan dengan fokus yang akan beliau ambil kedepannya. Setelah beliau melewati tahapan wawancara baik oleh calon dosen pembimbing dan juga pihak LPDP, dan dinyatakan lulus oleh keduanya maka beliau harus mengikuti masa pembekalan untuk memperbaiki kemampuan Bahasa Inggrisnya selama beberapa bulan di Bandung. Hal ini terjadi pada penerima beasiswa LPDP yang dikira masih harus memperbaiki kemampuan Bahasa inggrisnya sebelum melanjutkan studinya di negara tujuan.
Selama di Korea, narasumber kami melakukan studinya dengan fokus pada bidang nanopartikel. Bidang nanopartikel sendiri merupakan bidang yang sedang berkembang di luar sana dikarenakan maraknya penelitian mengenai pengaruh nano partikel terhadap living things. Sehingga beliau ditempatkan pada Nanoscale Characterization and environmental Chemistry Lab. Laboratorium ini berada di Hanyang University of South Korea yang merupakan univeristas dengan program teknik kimia yang masuk peringkat 50 besar terbaik di dunia.
Di lab tersebut selain belajar, beliau juga bekerja sebagai pengoprasi alat DLS (dynamic lights scattering) yang bertujuan untuk melihat jumlah partikel. Selain sebagai laboratorium penelitian bagi universitas, laboratorium tersebut juga menerima permintaan analisis dari instansi-instansi lain. Setiap alat yang tersedia di dalam laboratorium akan di tanggung jawabkan ke orang-orang khusus yang telah mengambil kelas khusus untuk alat terkait selama satu semester. Di Indonesia alat-alat seperti ini sulit atau bahkn tidak dapat dijumpai. Alat yang paling umum digunakan dalam penelitian di Indonesia seperti SEM, kurang di gunakan di laboratorium tersebut.
Beliau juga menyampaikan bahwa hal yang mendasari sulitnya hidup di Korea adalah adaptasi terutama terhadap lingkungan, karakter, dan juga agama. Meski demikian beliau berhasil menyelesaikan pendidikannya lebih cepat dari seharusnya dan kembali lagi ke Sumbawa seperti yang beliau janjikan kepada pihak LPDP. Di semester yang akan datang, Ka Desi juga akan bergabung menjadi tenaga pengajar di Universitas Teknologi Sumbawa,

#KapSel2018

Leave A Reply

Your email address will not be published.