Take a fresh look at your lifestyle.

MEMBANGUN KSB DENGAN SEMANGAT GOTONG ROYONG

5

Kembali lagi dalam edisi kapita selekta yang pada kesempatan minggu lalu, telah kedatangan tamu yang merupakan salah satu tokoh ternama di daerah Sumbawa. Minggu lalu dalam kegiatan kuliah umum yang diselenggarakan oleh Fakultas Ekonomi Bisnis, teknik metalurgi berkesampatan untuk ikut serta menjadi audience dan mendengarkan bagaimana seorang kepala daerah dapat mengatur wilayahnya menjadi wilayah yang lebih baik dan percontohan bagi wilayah lainnya terkhusus di wilayah Sumbawa.

Dalam acara seminar dengan tema “Menghidupkan Kembali Semangat Gotong Royong”, Bupati Kabupaten Sumbawa Besar (KSB), Bapak Dr. Ir. H. W Musyafirin M.M menyampaikan bagaimana kiat-kiat beliau dalam membangun wilayah KSB yang merupakan daerah yang cukup luas di wilayah Pulau Sumbawa sehingga menjadikannya termasuk ke dalam daftar 50 kabupaten terbaik se Indonesia

Pada kesempatan itu, beliau menyampaikan bahwa otonomi daerah sebetulnya tidak seluas maknanya. Pemerintah dengan upaya mengantisipasi penggelapan dana daerah dan sebagainya sering membagi proyek pembangunan ke dalam beberapa tender lokal. Di wilayah KSB, pemerintah daerah setempat menyadari bahwa seringkali pengerjaan proyek pembangunan dan infrastruktur tidak dilakukan secara maksimal apabila dilakukan oleh pihak pemroyek yang ditenderkan. Beliau mengatakan bahwa mengajak masyarakat menjadi bagian dari proyek pembangunan dan infrastruktur jauh memberikan hasil yang lebih baik dikarenakan rasa memiliki dan kesadaran bahwa apa yang dikerjakan akan mereka rasakan kebermanfaatannya.

Sebagai kepala daerah kemudian beliau kembali menggalakkan semangat gotong royong di wilayah KSB. Hal ini beliau lakukan dengan membagi seluruh wilayah KSB dalam beberapa unit kelompok masyarakat. Setiap kelompok masyarakat akan memiliki tiga orang coordinator yang akan membantu dalam penyaluran dana proyek dan mengawasi keberlangsungan kegiatan gotong royong di wilayah setempat.

Tantangan terbesar dalam proses gotong royong ini sebetulnya adalah  bagaimana memastikan agar setiap kelompok masyarakat terlibat aktif dalam kegiatan-kegiatan yang telah disusun dan direncanakan. Oleh sebab itu tugas coordinator sangatlah penting. Keberhasilan beliau dalam menggalakan kembali semangat gotong royong di wilayah KSB menjadikan beliau berkesempatan untuk bertandang ke Korea guna mempelajari lebih dalam tentang kebudayan gotong royong yang ada di Korea.

Beliau dalam kuliah umum tersebut juga menyampaikan kesejalanan beliau dalam 3 pilar revolusi mental. Sebagai kaum milenialis, sudah sepatutnya generasi muda menanamkan integritas, etos kerja, serta gotong royong dalam kehidupannya. Berkaca dari hal tersebut, KSB membangun slogan baru yang  berbunyi, “Sabar, Ikhlas, dan Jujur” dalam setiap kegiatan yang mereka canangkan.

#KapSel2018
#Metallurgimainke FEB
#Proudtobemetallurgist

Leave A Reply

Your email address will not be published.