Take a fresh look at your lifestyle.
Browsing Category

Sastra

Resensi Novel Sejarak Sajak

Penulis : Ega Septiani PutriISBN : 978-623-7699-89-7Penerbit : CV. Pena PersadaCetakan Pertama : 2020Jumlah Halaman : 73 halaman Mencintai seseorang adalah sebuah pilihan dari setiap rasa manusia. Terkadang terlalu mencintai seseorang

SURAT UNTUK COVID 19

SURAT UNTUK COVID 19(Ahmad Fuadin) KedatanganmuTak dinantikanKehadiranmuTak dinantikanKeberadaanmuKami ketakutanKeberadaanmuKami meneteskan air mataKeberadaanmuKami kebosananKeberadaanmuKami kesusahanKeberadaanmuKami

PUISI-PUISI BELLA RIZKIA

Mimpi Besar Terbangun dari tidur panjang yang amat melelahkanMerasakan sinar sang surya yang menusuk badan Kini saatnya bagiku untuk meraih bintangBersinar dan selalu menampakkan keindahan Tak peduli dengan apapun yang menjadi

PUISI-PUISI ABDUL BASIT

MERDEKALAH Jiwa yang terjajahTidak perlu menebar pesonaKarena alam di sekitarmuMempesona...Keluarlah dari ruang-ruang ituJangan hanya mendengar kecibak hujanPergilah keluar menatap bintangMenanti pagi, menunggu salamDari ibu pertiwiKita

KARYA SASTRA MENURUT TEORI ABRAMS

Oleh: Fatchul Mu’in Dalam bukunya yang berjudul The Mirror and The Lamp (l971), Abrams mengetengahkan teori Universe-nya. Melalui teori Universe itu, kita mengetahui bahwa : pertama, ada suatu karya sastra

PUISI-PUISI AHMAD GINANJAR

PERTEMUAN MAHASISWA mahasiswa berkumpulbertukar rencana dan gagasanbagaimana menangkan perangdalam mobile legend. pertemuan mahapenting itudijejali adu-pendapat berbahasa nir-santunentah alasan apa, nama-nama binatangmampu

PUISI-PUISI AQILLA DJAFAR SIDIK

Buntu Entah sudah berapa lamaAku di sini menikmati betapa nyamanyaMenantikan waktu saat mata kita saling bertemu Kebersamaan yang tak pernah direncanakan bersamaHadir di sini, di antara kitaBersama rasa nyaman yang tak

PUISI-PUISI AKBAR MUBAROK

Ego Apa yang kau banggakan?Harta? Itu hanya sekedar buah bibirTahta? Seekor singa saja diamHidup hanya sementara saja bukan?Tetapi kau masih saja serakahPikiranmu itu hanya seperti cacing tanahSepertinya dirimu pantas untuk matiKau

LIDAH MAMAH-Cerpen Wahyu Rusnanto

Malam idul fitri lima tahun lalu, saya mulai menyadari mamah kembali dari kematian dan bersemayam di lidah saya. Mamah atau mungkin ruhnya, kembali ke dunia dan sengaja menjadikan lidah saya sebagai induk semangnya. Ini pasti mengherankan,