Take a fresh look at your lifestyle.
Browsing Category

Sastra

Kenangan Tentang Rasa Cinta

oleh Deden Fahmi Fadilah 1 Setelah lama-lama melihat pantulan dirinya di kaca masjid, anak kecil itu berubah menjadi orang yang sangat bahagia. Tiba-tiba, dalam dirinya, muncul rasa cinta yang membuncah seperti air zam-zam yang

PUISI – Tunggu Aku di Jakartamu

Masih sama,dengan atau bersamanamun rasanya berbeda Berjumpa di kota orang,sedikit waktu kita mengerang Padahal mudah bagi berpandang,di kota seberang Sedikit lagi ya, sayangkita 'kan pulang Selayak ucap Mas Duta"Tunggu Aku di

PUISI – Kamu yang Merunduk dan Merundung

Hei,teruntuk kamu yang kerap kali merunduk dan merundung Tak selamanya hujan itu buruk, sayang. Bukankah?Selalu ada pelangi setelah hujan? Dengarlah, Harimu akan terlewati, pastipastibagaimanapun caranya. Percayalah, Apa

PUISI – Pelari Tanpa Kaki

Di persimpangan yang ke-sekian iniaku mencoba berhenti berlarimenepi, mengasingkan diri Sebenarnya, aku lelah Aku lelah jika harus berlari di lingkaran yang samawalau dengan objek yang berbedawalau dengan motivasi yang bercita

PUISI – Kanan dan Kiri

Kamu tahu? Hingga pada tahap iniku putuskan 'tuk beranikan dirimembawa namamu dari lubuk hatidalam dialogku dengan sang Pemilik Semesta dan Bumi Bukan, aku bukan memintaapalagi hendak memaksa'kan langit tetap mempertahankanmu,

PUISI – Bukan Burung Gereja

Mereka bilang ini hadiahatas segala apa yang sudahdari mula hingga usai yang gundah Mereka bilang kini merekahsejak penciptaan dewa-dewa merahsaling meramu mantra dengan serakah Bagaimana detak kerap bertabuhmeninggalkan bekas sunyi

PUISI “Coretan Kenangan”

Aku buka tiap lembarnya Kuning kusam warnanya Aku lihat deratan percikan tinta Begitu pudar dan tua Kata-katanya seperti ukiran tulang Yang kuat dan selalu dikenang di hati Warnanya sudah tak pekat seperti arang

PUISI “Cerita Tanpa Bicara”

Sebuah goresan pena yang bermakna Tersusun indah penuh rasa Mengungkap tutur yang tak terucap Menuang rindu yang tak terjawab Mengurai sedih yang mengendap Merangkai kata bahagia Meneriakan kebencian Dan menyalurkan

CERPEN – Hari Itu

Triiiing !!! Triiiing !!! Triiiing !!! “Ya ampun siapa sih subuh-subuh gini udah nelpon?!” aku yang setengah sadar dari tidur nyenyak ku, langsung mencari sumber suara yang menimbulkan kebisingan itu. Setelah ku temukan sumber suara

CERPEN “Hidupku”

Pandemi covid-19 tidak pernah ada surutnya, setiap hari orang yang terjangkit semakin bertambah bahkan orang yang meninggal dunia pun semakin banyak. Tetapi walaupun seperti itu saya harus melakukan semua kewajiban saya, walaupun