Take a fresh look at your lifestyle.

UNB Bina Masyarakat Desa Wisata Benteng Melalui Kegiatan Virtual Event

41

Pandemi Covid-19 yang melanda dunia memberikan dampak sangat luas, termasuk sektor pariwisata dan ekonomi kreatif. Hal ini turut serta berdampak pada desa wisata Benteng, yang berlokasi di kecamatan Ciampea, Kabupaten Bogor yang mayoritas masyarakat bergantung pada sektor UMKM dan jasa wisata.

Universitas Nusa Bangsa melalui kegiatan Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKNT) pada tahun Akademik 2020/2021, dengan diikuti oleh 90 orang peserta terbagi kedalam 9 kelompok, tersebar diwilayah kota dan Kabupaten Bogor. Mengusung tema Virtual event Optimalisasi Peran Sosial Media Marketing Dan Strategi Pengembangan Sumber Daya Manusia Dalam Membangkitkan Desa Wisata Benteng Di Masa Pandemi Covid-19.

Kegiatan virtual event terbagi menjadi dua kegiatan yaitu webinar dan project rill. Kegiatan webinar dilaksanakan pada tanggal 23 Maret 2021 dihadiri oleh Desti Murniati selaku Koordinator Pemberdayaan Masyarakat Regional I, Kemenparekraf, Drs. Alexander Reyaan, M.M selaku Asisten Deputi Pengembangan Wisata Alam Dan Buatan, Kemenparekraf dan Aga Rayidi selaku Head of media product management, Detik com.

Menurut Ketua Kelompok 4 KKNT Muhammad satria suprayogi selaku penggagas program Benteng eduagrotourism, kegiatan ini dilaksanakan untuk menjembatani desa wisata dengan pihak pemerintah pusat, akademisi dan pihak swasta untuk membangkitkan pariwisata dan ekonomi kreatif desa wisata Benteng. Hal ini untuk mendukung peningkatan kapabilitas SDM desa wisata untuk menerapkan implementasi Cleanliness, Health, Safety & Environment (CHSE) yang dibuat oleh keputusan Menteri Kesehatan tentang Protokol Kesehatan di Tempat dan Fasilitas Umum dalam Rangka Pencegahan dan Pengendalian Covid-19. Selain itu, kegiatan webinar ini dilakukan agar desa wisata Benteng mampu bersaing dalam memasarkan produk di jejaring sosial media.

Project rill yang dilaksanakan berupa peningkatan atraksi wisata dengan membuat program eduagrotourism yang memanfaatkan sumber daya alam dan kearifan lokal desa wisata Benteng dengan membuat program eduwisata pemanfaatan budidaya ikan berbasis bioflok di lahan terbatas dengan pengenalan jenis-jenis plankton air tawar, pemanfataan hama sebagai sarana edukasi serangga yang dijadikan koleksi serangga awetan, pembuatan wayang dari daun-batang singkong, eduwisata garden tour yang menawarkan wisata petik bunga mawar dan pengenalan media tanam hydorgel sebagai media tanam indoor kepada siswa-siswi sekolah dasar dari desa Benteng.

Kegiatan lalu ditutup dengan penyerahan hand sanitizer alami yang dibuat dari daun sirih dan jeruk nipis dari pemanfaatan hasil kebun masyarakat. Menurut Alexander Reyaan selaku Asisten Deputi pengembangan Wisata Alam dan Buatan, Kemenparekraf. “Desa wisata Benteng perlu meningkatkan pengembangan produk wisata dengan mempertimbangkan tiga atribut yaitu experiential, emotional dan physical bagi para wisatawan guna meningkatkan daya saing desa wisata,”singkatnya

Leave A Reply

Your email address will not be published.