Take a fresh look at your lifestyle.

BINCANG HANGAT BERSAMA KETUA BALAI SDM KAB. SUMBAWA

15
KAPITA SELEKTA 
31 OKTOBER 2018


Minggu lalu, kami kedatangan salah satu pemateri dari Balai SDM Kabupaten Sumbawa yang diwakili langsung oleh Bapak Syamsul Ma’rif selaku Ketua Balai SDM Kabupaten Sumbawa. Beliau lahir di Dompu 50 tahun yang lalu. Beliau adalah seorang Geologist lulusan Universitas Hasanudin, Makassar. Dalam kesempatan diskusi lalu, Pak Syamsul membahas mengenai topik “Potensi dan Sumber Daya Mineral di Pulau Sumbawa NTB”

Sama seperti yang diketahui oleh masyarakat luas mengenai potensi ini, Sumbawa merupakan salah satu pusat pertambangan yang berpotensi di Indonesia. Dalam kesempatan ini beliau menjelaskan dengan gamblang bagaimana sumber daya mineral dapat terbentuk di wilayah NTB. Dimulai dengan crack pada lempeng yang semula merupakan bagian dari Eurasia dan kemudian mengalami pergeseran sehingga membentuk pulau Lombok dan Sumbawa dan kandungan mineral berharga dibawahnya. Proses pertambangan di wilayah Sumbawa pada khususnya sudah beroprasi sejak bertahun-tahun lalu. Sebut  saja contohnya yang dilakukan PT. Amman Mineral sebagai pengantong wilayah eksplorasi terbesar di wilayah Sumbawa dengan titik eksplorasi tersebar di wilayah KSB, Batu hijau, dan Dodo tepatnya di wilayah Hutan Elang.

Komoditas unggulan pulau sumbawa masih berorientasi pada konsentrat tembaga. Dimana hal ini sebetulnya kurang menguntungkan dibandingkan dengan menghasilkan produk olahan maupun industri. Dalam Undang-Undang No. 4 tahun 2009 mengenai pertambangan mineral dan Batubara, Pemerintah sudah menghimbau kepada seluruh perusahaan pertambangan di Indonesia untuk mulai melakukan kegiatan produksi dan pengolahan kepada bahan tambang yang dieksplorasi. Baik secara langsung oleh pihak eksploran maupun diberikan kepada perusahaan lain di dalam negeri dalam rentang waktu min. 5 tahun sejak diberlakukannya aturan tersebut. Meski demikian baru pada tahun 2018 ini undang-undang itu mendapatkan perhatian dari pihak-pihak usaha tambang. Contohnya, saat ini perusahan AMMT telah membangun smelter sebagai realisasi dari aturan ini.

Beliau mengatakan bahwa saat ini harga mineral logam sedang tidak stabil sehingga meskipun perusahan-perusahaan tambang di wilayah sumbawa sudah berstatus OP (operasi produksi), namun mereka menghentikan produksinya (cooling down)  untuk sementara. Dalam kesempatan ini pula Pak Syamsul menjelaskan mengenai bagaimana perusahaan tambang memilih jenis tambang yang akan mereka buka dan seputar perizinan usaha tambang, dimana dalam kasus usaha perdagangan pihak penambang membutuhkan izin dari kepala daerah setempat yang dalam kasus ini adalah Gubernur. Sedangkan dalam kasus tambang percadangan negara, pihak penambang ini akan diawasi langsung oleh pihak kementrian.

#KapSel2018
#proudtobemetallurgist

Leave A Reply

Your email address will not be published.