Take a fresh look at your lifestyle.

IPB dan Universitas Pakuan Gelar Webinar dan Diskusi Online

25

Bogor – IPB dan Universitas Pakuan gelar webinar diskusi online bertajuk “Pengembangan Komunikasi Interpersonal, Etos Kerja dan Komitmen Profesional Dalam Upaya Peningkatan Kualitas Layanan untuk Mendukung Implementasi Kampus Merdeka”, Sabtu, 27 Maret 2021 lalu.

Kegiatan ini diinisiasi oleh Suratni SE, MM selaku Asisten Direktur Perencanaan dan Informasi Pendidikan IPB dengan bekerja sama dengan Program Studi Doktor Manajemen Pendidikan Universitas Pakuan Bogor.

Menghadirkan dua narasumber kredibel, yaitu Prof Didik Notosudjono selaku Wakil Rektor III Bidang Riset, Inovasi, dan Kemitraan Universitas Pakuan dan Dr Heti Mulyati selaku Direktur Sumberdaya Manusia IPB.

Dibuka oleh opening speech dari Prof Agus Purwito selaku Wakil Dekan bidang Sumberdaya, Perencanaan, dan Keuangan IPB. “Komunikasi interpersonal, etos kerja dan komitmen profesional adalah softskill yang sangat penting dimiliki seluruh tenaga pendidik dan mahasiswa yang ada di perguruan tinggi,” ujar Prof Agus Purwito.

Menurut beliau, sudah banyak pekerjaan yang tidak dapat dibutuhkan lagi karena adanya kemajuan teknologi. Era revolusi industri 4.0 ini, telah dan akan terus memanfaatkan teknologi yang berkaitan dengan internet big data dan Artificial Intelligence (AI). Sehingga banyak pekerjaan administrasi di PTN yang dilakukan secara otomatisasi oleh teknologi.

“Maka tentu yang diperlukan oleh mahasiswa adalah penguasaan softskill seperti complex problem solving, critical thinking, creativity, people management, coordinating with others, emotional intelligent, service orientation, negotiation, cognitive ability dan lain-lain. Dan ini sangat erat berkaitan dengan tema yang diangkat agar bisa melahirkan lulusan dan riset-riset yang unggul dan bisa menyesuaikan segala perubahan yang tidak mudah tergerus oleh teknologi,” terangnya.

Pada sesi pertama Prof Didik menuturkan bahwa strategi peningkatan komunikasi interpersona merupakan kunci dari suksesnya suatu organisasi yang baik dan maju. Komunikasi bisa berkualitas jika menimbulkan sifat positif.  “Ada beberapa highlight poin yang menjadi indikator dari kesuksesan komunikasi. Di antaranya ialah komunikasi verbal, komunikasi nonverbal seperti berjabat tangan, komunikasi emosional, yang keduanya mampu menyampaikan makna dan proses komunikasinya itu sendiri,” ujarnya.

Dilanjut oleh pemaparan materi dari Dr Heti Mulyati yang dalam materinya menjelaskan bahwa kemampuan individu dan interaksi komunikasi menjadi hal yang sangat penting dalam Agile Learner.

Perlunya menyesuaikan perubahan global, maka semua harus mempunyai tools yang sudah dipersiapkan, dipahami, didalami secara tuntas dan benar. Di era big data sekarang ini, dokumentasi dan knowledge yang komprehensif ini sangat penting untuk perlu dipersiapkan. Misal dalam contract negotiation harus ada dokumen resmi supaya bisa menindaklanjuti rencana yang telah dibuat.

“Dan selanjutnya, contoh terkait komitmen profesional yang excellent service. Anggaplah kita mulai dari hal kecil (dari sendiri dan mulai saat ini), keep moving, dan merubah mindset masing-masing dari fix mindset jadi growth mindset,” tutur Dr Heti Mulyati.

Penulis: Tyanna Dwi
Sumber: ipbnews


Temukan artikel menarik lainnya di Jendelakita.id

Leave A Reply

Your email address will not be published.