Take a fresh look at your lifestyle.

Non-Reguler PKN STAN, Program PKN STAN Berbayar

109

Bogor – Salah satu alasan banyaknya pendaftar berminat melanjutkan pendidikan di PKN STAN tiap tahunnya ialah biaya SPP per semesternya yang ditanggung oleh negara atau tidak dipungut biaya sama sekali (Rp0).

Namun, karena daya saingnya yang begitu ketat, sehingga banyak menggugurkan banyak pendaftar. Padahal, PKN STAN sendiri membuka dua jalur penerimaan mahasiswa baru yaitu jalur Reguler dan Non-Reguler. Apa ada perbedaan di antara keduanya?

Menurut Kepala Bagian Administrasi Akademik dan Kemahasiswaan PKN STAN, Denny Handoyo, PKN STAN non-reguler ialah program yang diperuntukkan bagi lulusan SMA/sederajat dengan penugasan dari Kementerian Keuangan atau instansi lainnya dengan status PNS maupun nonPNS.

“Singkatnya, program ini merupakan kerjasama pihak sekolah kami dengan perusahaan atau instansi. Di mana setiap perusahaan yang ingin pesertanya menempuh pendidikan di STAN, bisa memilih jalur ini,” ujarnya pada (6/4/21) lalu.

Mengacu pada status STAN yang sebagai Badan Layanan Umum (BLU), sehingga pihak STAN dapat melakukan kerja sama operasional dan/atau kerja sama manajemen dengan pihak lain untuk meningkatkan layanan jasa di bidang pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat.

PKN STAN non-reguler terdiri dari tiga program, yaitu Alih Program, Mandiri, dan Afirmasi.

Alih Program merupakan program pendidikan bagi lulusan diploma PKN STAN atau perguruan tinggi lain yang sudah bekerja di instansi pemerintah dalam jangka waktu tertentu.

Lanjutnya, Program Mandiri ialah program pendidikan vokasi bagi lulusan pendidikan menengah atau sederajat dengan status PNS/CPNS/Pegawai Tetap/Calon Pegawai yang ditugaskan oleh instansi pemerintah pusat, daerah, BUMN, BUMD, atau instansi lainnya.

Sedangkan Program Afirmasi ialah program pendidikan vokasi yang bagi mereka yang minimalnya lulusan pendidikan menengah atau sederajat dan berstatus PNS/CPNS/Pegawai tetap/Calon Pegawai yang ditugaskan oleh instansi pemerintah pusat, pemerintah daerah, BUMN, BUMD, dan/atau instansi lainnya yang mengalami kesulitan mengakses proses pendidikan, khususnya pendidikan tinggi.

Perbedaan lainnya ialah dari biaya yang perlu dikeluarkan per semesternya. Jika program reguler tidak dipungut biaya sama sekali (Rp0), sedangkan program non-reguler ini dipungut biaya mulai dari Rp8.000.000 hingga Rp21.400.000 per semesternya.

Penulis: Tyanna Dwi
Sumber: detik.com


Baca artikel menarik lainnya seputar kampus dan pendidikan hanya di Jendelakita.id

Leave A Reply

Your email address will not be published.