Take a fresh look at your lifestyle.

Unit BK FKIP Universitas Pakuan Gelar Webinar “Teknik Menaklukkan Rasa Takut Gagal”

80

Bogor – Unit Bimbingan dan Konseling (BK) Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Pakuan Bogor menggelar Webinar yang bertajuk “Teknik Menaklukkan Rasa Takut akan Kegagalan” pada Kamis, 25 Maret 2021. Webinar yang dibuka untuk umum ini dan mahasiswa Universitas Pakuan ini berlangsung selama kurang lebih 3 jam, yaitu dari pukul 09.00 sampai 12.00 lewat aplikasi Zoom.

Dihadiri oleh 323 partisipan, acara ini dipimpin oleh Roy Efendi, M.Pd. sebagai moderator dan Dr. Entis Sutisna, M.Pd. selaku Dekan FKIP Universitas Pakuan Bogor membuka acara ini. Dalam opening speechnya, beliau menyampaikan bahwa saat ini revolusi industri adalah bukti nyata yang akan dihadapi oleh warga masyarakat secara global. Perubahan secara besar-besaran di berbagai bidang yang diartikan sebagai hasil kemajuan dari penerapan ilmu pengetahuan yang dapat dirasakan oleh masyarakat sedunia. 

“Kini kita semua sudah memasuki era Revolusi Industri 4.0 yang sudah dimulai sejak 2011 lalu. Terbukti dengan segala kemudahan masyarakat yang dimudahkan oleh internet, kecerdasan buatan, teknologi tinggi, dan lain-lain. Rasa ketakutan pada perubahan secara besar-besaran ini serta merta selalu menghantui, dan kita perlu mencari upaya untuk mengatasi ketakutan itu agar dapat membaca peluang ke depan,” ujarnya dalam pembukaan acara.

Kegiatan berlanjut dengan pemaparan dari narasumber. Kegiatan webinar ini menghadirkan narasumber Gion Sugiyono Tarmudi, S.T., M.T., CHt., CPHt., CI., MT.NLP. selaku Master Trainer Public Speaking, NLP & Hypnosis.

Sama halnya dengan Dekan, beliau, Gion Sugiyono menyampaikan bahwa kehadiran revolusi industri ini menjadi tanda perubahan terhadap berbagai bidang bisnis dan pekerjaan. Kemampuan dan pekerjaan baru akan tampil dan disesuaikan dengan ketimpangan industri terhadap teknologi. Menjadikan era ini perlu adanya kemampuan atau keterampilan baru bagi sumber daya manusia terhadap datangnya era industri 4.0. 

Tantangan menghadapi disrupsi teknologi di era seperti ini disertai bersamaan dengan seberapa besar kita mampu untuk membaca situasi dan peluang yang ada dan di depan. “Dikenal dengan istilah VUCA, yaitu Volatility, Uncertainty, Complexity, dan Ambiguity,” terangnya.

Volatility (Bergejolak) berarti sebuah perubahan dinamika yang sangat cepat dan tidak dapat diprediksi terjadi pada skala besar dalam berbagai hal seperti sosial, ekonomi, dan politik. Uncertainty (Ketidakpastian) bermakna sulitnya memprediksi isu dan peristiwa yang saat ini sedang terjadi. Complexity (Kompleksitas) merupakan gangguan dan kekacauan yang mengelilingi situasi terkini, dan Ambiguity (Ketidakjelasan) sebagai beban berat makna yang berbaur dari berbagai kondisi yang ada atau sebuah keadaan yang terasa mengambang dan kejelasannya masih dipertanyakan. Dari komponen-komponen ini, warga global diharapkan dapat membaca lebih jelas situasi yang sedang terjadi dan yang akan datang. 

Di tengah kegiatan Sugiyono bertanya, “Apa yang dapat membuat seseorang sukses?” Sebuah pertanyaan yang muncul di seluruh benak manusia. Terlebih di era disrupsi teknologi saat ini, sudah barang tentu kemampuan yang dimiliki masyarakat harus di-upgrade dari yang sebelumnya agar bisa bersaing dengan semua kemudahan teknologi yang ada. 

Kemampuan sumber daya manusia personal development akan jadi barang wajib menguasai 10 kemampuan baru di tahun 2020 yang di antaranya yaitu people management, coordinating with others, negitiation, dan cognitive flexibility. Yang artinya soft skills dalam berkemampuan berinteraksi sosial dibutuhkan untuk sukses juga dengan upgrade skill your life dari berbagai bidang kemampuan yang akan diperlukan di era revolusi industri 4.0 ini. 

“Jadikan kuliah sebagai investasi. Soft Skill dapat dilatih sejak sebelum lulus kuliah dengan menyeimbangkan aktivitas akademik dan nonakademik,” terangnya. 

Terakhir, beliau mengingatkan para partisipan untuk mengingat istilah COLLEGE dalam memenangkan karakter soft skills, yaitu Communication Skill, Organization Skill, Leadership, Logic, Effort, Group Skill, dan Ethics atau etika.

Penulis: Tyanna Dwi


Baca artikel menarik lainnya di Jendelakita.id

Leave A Reply

Your email address will not be published.