Take a fresh look at your lifestyle.

Zoom Meeting ; Sebagai Alternatif Pembelajaran Interaktif Jarak Jauh Mahasiswa FKIP Unpak di Tengah Wabah Corona (Covid-19)

584

Isu tentang virus Corona atau Covid-19 sudah menjadi trending di seluruh dunia karena penyebarannya yang begitu cepat dan sudah tersebar di sekitar 180 negara. Seluruh penduduk dunia dibuat takut, khawatir, panik, dan bingung oleh makluk kecil tak kasat mata ini. Ribuan orang gugur melawan si makhluk mungil ini, dan kita masih harus terus mencari alat perang yang tepat untuk melawan dan mematikannya. Gara-gara si makhluk ini, dampaknya bukan hanya ke manusia tapi juga ke sektor-sektor yang mendukung kehidupan manusia terutama ekonomi, bisnis, termasuk pendidikan. Dengan dikeluarkannya kebijakan untuk seluruh masyarakat agar tinggal di rumah atau social distancing, maka sekolah dan kampus diliburkan entah sampai kapan, bergantung dari kondisi yang terjadi di wilayah tersebut, termasuk di Indonesia.

Para pendidik dibuat panik karena harus berpikir keras tentang strategi, metode, atau teknik yang dapat digunakan untuk melakukan pembelajaran jarak jauh. Untuk tingkat universitas, dosen dan mahasiswa mungkin sudah terbiasa menggunakan e-learning atau blended learning untuk proses perkuliahan atau pemberian tugas, namun untuk tingkat sekolah pembelajaran online merupakan hal yang baru karena pastinya selama ini mereka menggunakan pembelajaran F2F (Face to Face) di dalam kelas. Akhirnya kebanyakan dari mereka menggunakan aplikasi Whatsapp namun lebih pada pemberian tugas saja, tanpa ada tatap muka secara online padahal seharusnya guru itu memahami bahwa gaya belajar anak berbeda-beda. Bukan hanya sekedar mengerjakan tugas, tapi mungkin mereka perlu mendengarkan penjelasan dari gurunya. Karena beban tugas yang menumpuk itu, akhirnya siswa-siswa lelah mengerjakan, orangtua ikut lelah mendampingi, guru-guru pun mulai lelah memeriksa tugas siswa. Kondisi seperti ini terjadi dalam hitungan hari saja semenjak diberlakukannya Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ). Dapat dibayangkan kondisi selanjutnya bila masa social distancing diperpanjang.

Oleh karena itu, seorang pendidik harus mencari cara lain untuk membuat siswa lebih menikmati pembelajaran jarak jauh. Sangat tidak dipungkiri bahwa teknologi memang sangat membantu dalam kondisi pandemi ini namun kita harus bijak dan cermat dalam memilih jenis aplikasi atau web tools apa yang tepat dan efektif bagi siswa didik kita. Whatsapp, e-mail, dan google classroom mungkin hanya beberapa contoh teknologi yang dapat digunakan untuk pemberian tugas, tapi siswa didik yang memiliki gaya belajar audio mungkin perlu mendengarkan penjelasan dari si guru mengenai suatu materi. Mereka perlu berinteraksi dengan si guru dan teman-temannya. Banyak aplikasi yang dapat digunakan untuk melaksanakan pembelajaran seperti ini yaitu dengan sistem video conferencing, salah satunya adalah Zoom Cloud Meeting.

Zoom adalah aplikasi yang tidak berbayar namun dengan pembatasan penggunaan fitur nya, seperti waktu meeting yang diberikan hanya 40 menit dan terbatas untuk 100 peserta. Namun setelah 40 menit, pengajar dan siswa dapat kembali melanjutkan meeting dengan mengklik tautan yang diberikan si pengajar (Host). Aplikasi ini dapat diunduh melalui smartphone, laptop, maupun komputer. Pengajar dan siswa dapat berinteraksi, bahkan antar siswa pun bisa saling berinteraksi untuk bertanya dan berdiskusi. Pengajar pun bisa menunjukkan tampilan materi dalam bentuk power point, gambar, maupun video. Dengan menggunakan aplikasi ini, siswa diharapkan masih dapat mengalami proses pembelajaran seperti di dalam kelas hanya dengan situasi yang berbeda. Namun sebagai pengajar kita tetap harus memahami kondisi dan kemampuan siswa dan orangtua. Adakan diskusi terlebih dahulu dengan siswa didik bahkan dengan orangtua sebelum menggunakan aplikasi ini karena pastinya bila kita menggunakan teknologi perlu difasilitasi oleh perangkat yang memadai termasuk jaringan internet yang mendukung.

Sebagai dosen, saya merasa sangat terbantu dengan aplikasi ini terutama selama PJJ diterapkan apalagi mata kuliah yang saya ampu mengharuskan mahasiswa melakukan presentasi dan praktik. Perkuliahan berjalan cukup lancar, interaktif, dan komunikatif. Tanggapan mahasiswa adalah walau mereka bisa belajar mandiri, tapi mereka lebih menikmati perkuliahan dengan Zoom karena mereka masih bisa berkomunikasi dan berinteraksi seperti di kelas dan berharap semua dosen bisa menggunakan aplikasi ini karena hampir semua mahasiswa lebih memahami suatu materi bila ada penjelasan secara langsung dari dosennya. Selain itu, kebanyakan dosen hanya membebani banyak tugas tanpa adanya interaksi.

Penggunaan aplikasi Zoom ini sangat mudah. Untuk tutorial nya dapat mengklik tautan ini https://support.zoom.us/hc/en-us/articles/206618765-Zoom-Video-Tutorials?_ga=2.77228565.1447383746.1585022492-1129930241.1584154039. Saya pun berkenan membuka kelas tutorial dengan menggunakan Zoom secara gratis bila ada dari para pendidik yang berkenan mencoba menggunakan aplikasi ini.

Jangan pernah takut mencoba hal baru, jangan menyerah, tetap semangat mencerdaskan anak bangsa dan tetap berjuang untuk bangsa dan negara kita. “Never stop learning, because life never stops teaching”

Tina Priyantin, Dosen Prodi Pendidikan Bahasa Inggris FKIP Universitas Pakuan

Leave A Reply

Your email address will not be published.