Take a fresh look at your lifestyle.

ETIKA SAAT WEBINAR

679

Oleh Tatang Sunendar

(Widyaiswara Utama LPMP Jawa Barat/KACI #PASTI BISA#

Kita harus mencari sebuah model baru, cara baru, nilai-nilai baru dalam mencari solusi dari setiap masalah dengan inovasi-inovasi. Dan kita semuanya harus mau dan akan kita paksa untuk mau. Kita harus meninggalkan cara-cara lama, pola-pola lama, baik dalam mengelola organisasi, baik dalam mengelola lembaga, maupun dalam mengelola pemerintahan.”( Joko Widodo )

Sengaja penulis awali dengan penyataan dari Presiden Joko Widodo terkhusus pada pentingnya inovasi-inovasi, karena terbukti dengan inovasi tidak ada yang tidak mungkin semua menjadi mungkin. Sebelum pandemi covid 19 pola komunikasi melalui moda daring hanya digunakan oleh sebagian lembaga, organsiasi tertentu saja, namun seiring adanya pandemi covid 19 serta tumbuhnya aplikasi aplikasi untuk memfasilitasi kegiatan video conference, seminar, FGD semisal, webec, zoom, google meets, teams, cisco webex meeting, youtube dll maka pola komunikasi yang menggunakan fasilitas tersebut sangat merebak, baik untuk kegiatan yang bersifat acara keluarga, keagaman, politik, pendidikan maupun kedinasan bahkan dunia hiburan.

Webinar merupakan kependekan dari web based seminar atau seminar berbasis web ini sedang merebak. Sungguh suatu yang menggembirakan, apalagi saat kejenuhan dari aktivitas yang terbatas akibat pandemi covid 19 dengan adanya kegiatan webinar yang diselenggarakan oleh berbagai komponen, baik yang berbayar maupun gratis peminatnya sangat membludak dan topiknya pun beragam. Dengan pengalaman sebagai penyelenggara maupun peserta, penulis akan berbagi pengalaman terkait dengan etika webinar.

Etika webinar sangat penting mengingat masih belum sepenuhnya diketahui oleh yang menjadi narsum maupun peserta. Hal ini ditunjukkan dari amatan penulis yang dirasakan saat webinar baik level regional, nasional, maupun internasional berlangsung di antaranya 1. peserta bicara sehingga mengganggu suara padahal ada fitur mute dan unmute, 2. menyelonong mengajukan pertanyaan padahal ada fitur raise hand dan chatroom, 3. pakaian seadanya seperti pakain atas seperti pakai kaus oblong, kaus karen peserta ada di rumah sendiri, 4. Tidur-tiduran saat ikut kegiatan, 5. mematikan video padahal orangnya tidak ada. 6. melakukan tindakan-tindakan lucu seperti mengkotek hidung dan kuping, garuk-garuk rambut, menguap, makan-makan, mengantuk dll, dan itu kadang kadang tertangkap saat kegiatan berlangsung. Semua itu amatan penulis. Mungkin tidak semua mengalami hal tersebut sehingga tidak untuk digenalisasi, ini hanya berbagi semata.

Webinar yang berlangsung terdapat dua pola penyelengaraan yaitu peserta terbatas dan bebas, berbayar dan gratis. Jenisnya berupa seminar maupun focus groups discusion. Terlepas dari dua jenis kegiatan tersebut, maka saat melaksakan webinar perlu diperhatikan: Protokol di room panelis perlu diperhatikan seperti 1). yang ada di room panelis adalah nara sumber, 2). selalu kontrol audio dan video jika pihak lain sedang bicara agar yang lain memute diri, 3). jika pihak lain bicara, maka yang bicara untuk kontrol gerak tubuh yang televan masuk kedalam video. Jika hendak bergerak bebas, maka agar di-offkan video, 4). agar tidak sahut menyahut dalam bicara saat ada pihak lain tengah bicara resmi, 5). saat mulai bicara selalu kontrol unmute audio dan video, 6). agar tidak membahas hal teknis dengan tombol unmute di luar agenda resmi, 7). agar tidak membicarakan hal privat dengan tombol unmute.

Adapun jika kita ditunjuk sebagai narsum maka hendaknya diperhatikan hal-hal berikut: 1). Durasi presentasi maks 25 menit. 2). Jumlah slide 5-7 slide utama dengan rincian slide a). Tema, nama dan lembaga b). slide 2-7 inti dalam bentuk grafik alur, gambar, tabel yang padat informasi dikurangi slide yang hanya berisi kata c) slide 8 terimakasih dan informasi link yang telah di-shorten untuk memperoleh materi d). slide tidak diiringi animasi dan suara agar tidak terkendala di zoom, webec dll. Jika terdapat gambar agar di-compress untuk menurunkan memori. e). bahan tayang agar dikirimkan ke moderator dan host hanya menuliskan link-nya saja paling lambat 2 jam sebelum kegiatan.

Untuk yang menjadi peserta maka harap memperhatikan hal berikut:1). tidak makan 2), bersikap dan berkata sopan serta menggunakan bahasa Indonesia yang baik 3). meminta izin bicara dengan mengaktifkan fitur tanda raise hand 4). mengaktifkan suara bila dipersilakan bicara 5). menonakatifkan suara unmute jika orang lain cicara 6). layar vidoe aktif diganti dengan foto. 7). ruangan vikon bebas ganguan suara 8). mengikuti vikon dari awal sampel akhir 9) menggunakan laptop atau komputer yang tekoneksi internet 10) berpakaian rapi dan sopan 11). hadir 30 menit sebelum kegiatan dimulai.

Webinar sebagai kebiasaan baru nampaknya akan semakin diminati karena webinar merupakan suatu pola kegiatan seminar yang efektif, efesien dan murah dalam artian tidak memakan biaya yang besar dibanding penyelenggaraan secara langsung/luring. Biaya hanya cukup untuk memenuhi kewajiban sewa aplikasi. Adapun untuk sertifikat bisa dicetak dengan aplikasi tidak memerlukan kertas.

Etika penyelenggaraan webinar penulis mengganggap mutlak harus diperhatikan agar kenyamanan penyelenggaraan terjaga, karena dengan penyelenggaraan yang nyaman akan membuat narasumber, peserta dan penyelenggara puas. Dengan penyelenggaraan yang nyaman materi yang dibahas dapat didipahami oleh semua pihak.

Webinar sebagai bentuk inovasi dalam pengembangan sumber daya manusia merupakan hal yang menarik karena dapat dilaksanakan oleh siapa saja, kapan saja dan di mana saja. Webinar sebuah model baru, cara baru, nilai-nilai baru dalam memberi solusi dari setiap masalah maka bisa terlaksana dengan baik melalui inovasi-inovasi dalam penyelenggaraannnya. Semoga ada cahaya terang.

sumber : http://beritadisdik.com/

Leave A Reply

Your email address will not be published.