Take a fresh look at your lifestyle.

Mengupas Dahsyatnya Peran Literasi dalam Al – Qur’an

142

Oleh : N. Rita Kurniawati

Al – Qur’an sebagai petunjuk bagi orang – orang yang beriman dan bertakwa, tidak ada keraguan di dalamnya. Salah satu petunjuk yang terdapat dalam kitab suci yang merupakan mukjizat Nabi Muhammad SAW itu adalah tentang literasi.

Sebagaimana telah kita pahami bersama, bahwasanya literasi itu dimaknai sebagai kemampuan membaca dan menulis. Menurut Elizabeth Sulzby (1986), literasi ialah kemampuan berbahasa yang dimiliki oleh seseorang dalam berkomunikasi (membaca, berbicara, meyimak, dan menulis) dengan cara yang berbeda sesuai dengan tujuannya. Jika didefinisikan literasi, merupakan kemampuan menulis dan membaca.

Perintah membaca sebagai wahyu pertama yang Allah SWT turunkan Nabi Muhammad SAW, yaitu surat al – Alaq ayat 1-5 :

Bacalah dengan ( menyebut )  nama Tuhanmu yang Menciptakan. Dia telah menciptakan manusia dari segumpal darah. Bacalah dan Tuhanmulah Maha pemurah. Mengajar manusia dengan perantara kalam. Dia mengajar kepada manusia apa yang tidak diketahuinya.”

Filosofi “Iqra” yang artinya “ bacalah “ mengindikasikan betapa pentingnya perihal membaca, sehingga Nabi Muhammad SAW diharuskan membaca yang berarti menyampaikan, menelaah, mendalami, meneliti, mengetahui, dan lain – lain.

Ayat diatas menerangkan bahwasanya harus ada revolusi dari suatu masyarakat yang jauh dari tradisi baca tulis, dan dari suatu bangsa yang rendah menjadi bangsa yang paling mulia. Karena jika tidak ada tulisan, tentunya pengetahuan tidak akan terekam, agama akan sirna, dan bangsa tidak akan pernah mengenal sejarah peradaban umat sebelumnya.

Sementara itu dalam surat Al – Isra’ ayat 14, Allah SWT berfirman :

Bacalah kitabmu (suratan amalmu), cukuplah dirimu sendiri pada hari ini sebagai penghitungan atas dirimu.”

Ayat diatas menerangkan saat manusia telah meninggal, lalu dibangkitkan kembali dari alam kubur, maka setiap hamba akan dipanggil untuk mempertanggungjawabkan atas perbuatannya. Semua amal perbuatan manusia masing – masing telah tercatat secara akurat, lengkap, dan teliti dalam sebuah kitab atau  buku untuk dibacanya.  

Peran literasi dalam Al – Qur’an juga dijelaskan dalam surat Al – Jum’uah ayat 2 :

“ Dialah yang mengutus seorang Rasul kepada kaum yang buta huruf dari kalangan mereka sendiri, yang membacakan kepada mereka ayat – ayat-Nya, menyucikan jiwanya kepada mereka Kitab dan Hikmah (sunnah), meskipun sebelumnya mereka benar – benar dalam kesesatan yang nyata”.

Dalam ayat tersebut bahwasanya Allah SWT mengutus Rasul sebagai pemberantas yaitu dengan cara membaca, supaya umat – umatnya tidak  berada dalam kesesatan.

Tak hanya itu, dalam Al – Qur’an surat Al – Baqarah ayat 121 Allah SWT berfirman :

“ Orang – orang yang telah Kami beri kitab, mereka membacanya sebagaimana mestinya, mereka itulah yang beriman kepadanya. Dan barang siapa yang ingkar kepadanya, mereka itulah orang – orang yang rugi”.

Salah satu peran literasi yang terkandung dalam ayat ini yaitu perintah membaca dengan sebenar – benarnya untuk mendapatklam  pengetahuan sebagaimana mestinya, agar kita tidak tergolong kepada orang – orang yang merugi. Selanjutnya dalam surat Al – Baqarah ayat 44, yang berbunyi :

“ Mengapa kamu suruh orang lain (mengerjakan) kebaikan, sedangkan kamu lupa diri ( kewajiban ) mu sendiri, padahal kamu membaca Al – kitab (Taurat) ? maka tidaklah kamu berpikir ?”.

Allah SWT telah menganugerahkan manusia berupa akal, yang mana harus kita pergunakan sebaik – baiknya, yaitu dengan cara mencari ilmu pengetahuan sebanyak – banyaknya, salah satu caranya dengan membaca. Karena membaca merupakan kunci utama dalam memperoleh pengetahuan. Dalam ayat tersebut, Allah SWT meminta hambanya yang memiliki akal agar memikirkan isi dari sebuah kitab yang dibacanya.

Tatkala  literasi memiliki peran sebagai wadah dalam memperoleh pengetahuan dan wawasan, Allah SWT menegaskan peran penting memiliki ilmu pengetahuan dalam Al – Qur’an surat An – Nahl ayat 43 :

“ Dan kami tidak mengutus sebelum engkau ( Muhammad ), melainkan orang laki – laki yang Kami beri wahyu kepada mereka, maka bertanyalah kepada orang – orang yang mempunyai pengetahuan jika kamu tidak mengetahui”.

Bahkan Allah SWT akan meninggikan derajat orang – orang yang memiliki ilmu pengetahuan. Sebagaimana firman-Nya :

“ Allah akan mengangkat (derajat) orang – orang yang beriman diantaramu dan orang – orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat. Dan Allah Maha mengetahui terhadap apa yang kamu kerjakan”. ( Q.S Al – Mujadalah : 11 )

Dengan demikian, dari kesemua ayat tersebut, bahwasanya Al – Qur’an sebagai pedoman hidup menekankan untuk menuntut ilmu. Ilmu pengetahuan dan literasi (membaca dan tulis menulis) merupakan suatu hal yang tidak dapat dipisahkan. Sehingga perintah untuk mencari ilmu pengetahuan juga menjadi perintah untuk mengembangkan budaya literasi. Karena membaca dan menulis merupakan sarana bagi ilmu pengetahuan untuk selalu dikembangkan dari generasi ke generasi.

Begitu dahsyatnya Al – Qur’an sebagai pedoman hidup, di mana dalam setiap ayatnya terkandung makna yang luar biasa, salah satunya tentang literasi ini. Tentunya dengan harapan semua ini dapat membangkitkan semangat dalam berliterasi.

Waallahu A’lam           

N. Rita Kurniawati, S.Pd.
N. Rita Kurniawati, S.Pd., Pengajar di SMA Plus Al-Ittihad Cianjur dan MTS Assalafiyyah Assirojiyyah.

Leave A Reply

Your email address will not be published.