Take a fresh look at your lifestyle.

Dorong Masyarakat Jadi Wirausahawan Lewat Program Kecakapan Wirausaha

28
Jendelakita-Ilustrasi wirausahawan
Ilustrasi wirausahawan

Demi mewujudkan kemandirian bangsa, Pemerintah menyelenggarakan berbagai program guna meningkatkan minat berwirausaha. Tahun ini Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendibud) kembali menyelenggarakan bantuan pemerintah melalui Pendidikan Kecakapan Wirausaha (PKW).

Pendidikan Kecakapan Wirausaha (PKW) merupakan layanan pendidikan melalui kursus dan pelatihan untuk memberikan bekal pengetahuan, keterampilan, dan menumbuhkan sikap mental wirausaha. Capaian yang diharapkan melalui program tersebut yaitu mampu mengelola potensi diri dan lingkungan yang dapat dijadikan bekal untuk berwirausaha dan merintis berdirinya usaha mandiri yang dibimbing oleh mitra usaha.

Sama halnya dengan program serupa yaitu PKK (Program Kecakapan Kerja) PKW juga merupakan program bantuan pemerintah yang bertujuan untuk menyiapkan SDM di Indonesia yang terampil, berkarakter, berdaya saing, dan memiliki kemampuan berinovasi. Program PKW menjadi program bantuan untuk mengikuti kursus dan pelatihan berbasis industri dan peluang wirausaha. Dalam pelaksanaannya, melalui program tersebut, Pemerintah berupaya meningkatkan kerja sama dengan UMKM maupun industri besar. Sesuai dengan tujuan utama PKW yaitu untuk mengoptimalkan potensi peluang pasar yang ada di daerahnya masing-masing.

Sasaran program PKK yaitu masyarakat berusia 17 s.d 25 tahun dengan kriteria :

  1. Anak usia sekolah/anak tidak sekolah (ATS) atau lulus tidak melanjutkan. Diprioritaskan bagi masyarakat yang menerima bantuan KIP (Kartu Indonesia Pintar)
  2. Warga menganggur atau tidak memiliki pekerjaan, bukan merupakan siswa atau mahasiswa yang sedang menempuh pendidikan formal. Khusus bagi lulusan diploma atau sarjana yang masih menganggur wajib melampirkan surat keterangan tidak mampu dari kelurahan.
  3. Calon peserta wajib memiliki Nomor Induk Kependudukan (NIK) dan tidak sedang mengikuti program sejenis yang dibiayai pemerintah pusat maupun daerah.

Sumber Referensi : kemdikbud.go.id

Penulis : Nuranti

Leave A Reply

Your email address will not be published.