Take a fresh look at your lifestyle.

Ini APK PAUD di Jawa Barat Tahun 2020

14

APK Kota Bekasi dibawah rata-rata Jawa Barat dan Nasional

Kota Bekasi (BIB) – Secara Nasional, Angka Partisipasi Kasar (APK) Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) Nasional sebesar 41,18. Tentu, angka ini cukup memprihatinkan, mengingat sudah banyak program yang digelontorkan baik oleh pusat melalui Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Kementerian Agama/Ditjen Pendidikan Islam, Provinsi, dan Kabupaten/Kota.


Kenapa memprihatinkan, ternyata angkanya masih di bawah 50%. Berdasarkan data di Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan dan Kementerian Agama, jumlah anak yang mengenyam pendidikan layanan PAUD seperti TK, RA, KB, TPA, dan SPS sebanyak 7.873.572 anak.
Sedangkan jumlah anak yang rentang usia 3-6 tahun di seluruh Indonesia saat ini mencapai 19.118.894 anak.
Sekalipun demikian, bukan berarti peran lembaga PAUD dalam pendidikan usia dini mengendor. Sebab, beberapa daerah banyak yang sudah melebihi 50% atau bahkan diatas 100%.
Untuk tingkat Provinsi misalnya, ada 5 provinsi yang sudah memiliki APK PAUD diatas 50,00, yaitu; Provinsi DI Yogyakarta (68,60), Provinsi Jawa Timur (67,92), Provinsi Gorontalo (58,64), Provinsi Nusa Tenggara Barat (56,07), dan Provinsi Jawa Tengah (55,74).
Sementara itu, jumlah Kabupaten/Kota yang sudah memiliki APK PAUD diatas rata-rata 50,00 sebanyak 134 kabupaten/kota. Terdiri dari 115 kabupaten dan 29 kota.


BACA JUGA :
1. Ini Layanan PAUD di Indonesia Tahun 2020 (APK PAUD)
Dari 134 kabupaten/kota tersebut, ternyata ada 5 kabupaten yang sudah melebihi APK PAUD diatas 100%, yaitu:

  1. Kabupaten Pahuwato, Gorontalo (126,31);
  2. Kabupaten Kediri, Jawa Timur (107,54);
  3. Kabupaten Muna Barat, Sulawesi Tenggara (107,25);
  4. Kabupaten Teluk Wondama, Papua Barat (103,21); dan 
  5. Kabupaten Buton Tengah, Sulawesi Tenggara (101,30)

Menurut, Direktur Sosial dan Pendidikan, Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Sapulidi, Tengku Imam Kobul Moh. Yahya S, ada tiga faktor utama penyebab rendahnya partisipasi anak usia dini memasuki sekolah layanan bermain. Diantaranya, pertama; karena mahalnya biaya PAUD saat ini.

“Masuk PAUD sekarang sama dengan membiayai anak kuliah. Jadi, orang tua menunda anaknya untuk masuk PAUD. Sekalian menunggu usia 7 tahun untuk sekaligus masuk SD,” kata Tengku Imam Kobul, di Bekasi, Kamis, 21 Mei 2020.
Padahal, menurut Bang Imam, panggilan akrab pemerhati pendidikan ini, sudah ada program dari Direktorat Pmbinaan Pendidikan Anak Usia Dini yang mewajibkan tiap anak minimal terlayani pendidikan PAUD 1 tahun sebelum memasuki pendidikan lebih lanjut.
“Termasuk sejak beberapa tahun belakangan sudah digelontorkan BOS PAUD, yang namanya Biaya Operasional Penyelenggara (BOP) PAUD sebesar Rp. 600 ribu per anak per tahun. Tapi memang dananya suka telat, dan verifikasi dan validasi yang dilakukan daerah terhadap lembaga PAUD penerima masih suka diskriminasi dan mempersulit untuk mendapatkannya,” ujar Bang Imam lagi.
Sebetulnya, selain menggelontorkan BOP PAUD sebesar Rp, 600 ribu per anak per tahun dan anak wajib masuk PAUD 1 tahun sebelum sekolah di SD, pemerintah juga getol mendirikan PAUD murah bahkan gratis, seperti SPS dan PAUD yang diselenggarakan oleh RT/RW, Kader Posyandu dan Puskesmas serta Desa. Namun, belakangan PAUD-PAUD tersebut bertransformasi menjadi “PAUD Mahal”.


Sedangkan faktor kedua; masih kurangnya pemahaman orang tua terhadap pentingnya anak usia dini untuk belajar di sekolah PAUD. Hal ini disebabkan, karena pendidikan parenting dan sosialisasi masih kurang di beberapa wilayah.
“Sebagian orang tua menganggap masuk PAUD selain hanya menghabiskan uang banyak, juga hanya memaksa anak untuk belajar calistung. Padahal PAUD dilarang memaksa mengajarkan calistung. Tetapi, banyak sekolah SD justru seleksi masuknya dengan tes calistung. Sehingga orang tua lebih memilih memasukkan anaknya ke bimbel jelang usia masuk SD,” terang Bang Imam, yang tinggal di Bekasi ini.


Faktor ketiga; adalah lebih kepada sulitnya akses layanan PAUD di beberapa daerah terpencil. Layanan PAUD bahkan di beberapa kecamatan belum tersedia.
Tetapi, dari ketiga faktor diatas, kenyataannya di wilayah Jabodetabek justru kabupaten/kotanya banyak yang memiliki APK PAUD dibawah 50%.

APK PAUD JAWA BARAT
Kondisi Angka Partisipasi Kasar Pendidikan Anak Usia Dini (APK PAUD) di Provinsi Jawa Barat ternyata tidak lebih baik dari APK PAUD Nasional. Beberapa kabupaten/kota di Jawa Barat memiliki APK PAUD dibawah Nasional dan dibawah Provinsi Jawa Barat.
Ada 20 kabupaten/kota di Jawa Barat yang memiliki APK PAUD lebih rendah dari rata-rata nasional dari 27 kabupaten/kota yang ada. Bahkan 13 kabupaten/kota diantaranya memiliki APK PAUD dibawah Provinsi Jawa Barat.
Kabupaten/Kota yang memiliki APK PAUD dibawah rata-rata Jawa Barat, adalah: (1) Kota Bandung, (2) Kota Bekasi, (3) Kota Bogor, (4) Kota Cimahi, (5) Kabupaten Bandung, (6) Kabupaten Bogor, (7) Kabupaten Cianjur, (8) Kabupaten Subang, (9) Kabupaten Purwakarta, (10) Kabupaten Majalengka, (11) Kabupaten Cirebon, (12) Kabupaten Kuningan, dan (13) Kabupaten Ciamis.
Sementara yang dibawah rata-rata nasional selain 13 kab/kota diatas, termasuk; (1) Kota Cirebon, (2) Kota Depok, (3) Kabupaten Bekasi, (4) Kabupaten Sukabumi, (5) Kabupaten Sumedang, (6) Kabupaten Indramayu, dan (7) Kabupaten Pangandaran.
Sedangkan yang sudah diatas APK PAUD rata-rata Nasional dan rata-rata Jawa Barat ada 7 kab/kota, bahkan ada 4 kab/kota APK PAUD nya sudah diatas 50%.
APK PAUD diatas rata-rata nasional dan Jawa Barat adalah; (1) Kota Tasikmalaya, (2) Kabupaten Karawang, (3) Kabupaten Tasikmalaya, dan APK PAUD diatas 50% adalah ; (1) Kota Banjar, (2) Kota Sukabumi, (3) Kabupaten Bandung Barat, dan (4) Kabupaten Garut.
Berikut ini Tabel 1.2. APK PAUD Kabupaten dan Kota di Jawa Barat Tahun 2020 :
APK PAUD Kabupaten dan Kota di Jawa Barat Tahun 2020

NoKab/KotaJumlah Anak masuk PAUDUsia 3-6 TahunAPK
Nasional (Indonesia)7.873.57219.118.89441,18
Jawa Barat1.260.4503.474.50136,28
1Kota Bandung53.780168.06532,00
2Kota Banjar9.21312.71577,46
3Kota Bekasi54.610155.07135,22
4Kota Bogor18.47599.93518,48
5Kota Cimahi14.25042.01633,92
6Kota Cirebon10.56726.46039,94
7Kota Depok41.581113.07436,77
8Kota Sukabumi16.16628.75656,22
9Kota Tasikmalaya20.70750.19841,25
10Kab. Bandung92.378276.03233,47
11Kab. Bandung Barat45.61979.54257,35
12Kab. Bekasi60.073154.55938,87
13Kab. Bogor106.624377.77328,22
14Kab. Cianjur57.435181.14831,71
15Kab. Sukabumi99.561253.99339,20
16Kab. Sumedang34.83986.70940,18
17Kab. Subang43.866141.32731,04
18Kab. Purwakarta24.24797.67324,82
19Kab. Karawang61.970140.81844,01
20Kab. Majalengka40.509120.84133,52
21Kab. Indramayu47.897116.40341,15
22Kab. Cirebon54.787159.56734,33
23Kab. Kuningan36.485106.58434,23
24Kab. Tasikmalaya61.792135.47245,61
25Kab. Garut103.962181.64057,24
26Kab. Ciamis37.526138.33427,13
27Kab. Pangandaran11.53129.79638,70

Sumber : kemdikbud, diolah Bang Imam Berbagi, Mei 2020
Keterangan :

  • Warna Hijau                : APK duatas 50%
  • Warna Kuning            : APK diatas rata-rata Nasional
  • Warna Biru                 : APK diatas rata-rata Jawa Barat
  • Warna Merah              : APK dibawah rata-rata Jawa Barat dan Nasional     

Berikut ini Tabel 1.3 : Jumlah Siswa Menurut Layanan PAUD di Kabupaten dan Kota di Provinsi Jawa Barat Tahun Ajaran 2019/2020 :

Jumlah Siswa PAUD di Provinsi Jawa Barat Tahun Ajaran 2019/2020

NoKab/KotaTKKBTPASPSRAJumlah
Jumlah363.210382.7893.076211.574298.9431.260.450
1Kota Bandung23.72615.3395008.1575.99853.780
2Kota Banjar1.0251.189525.3021.6459.213
3Kota Bekasi31.2204.9491636.17412.08454.610
4Kota Bogor7.102623607.7482.91518.475
5Kota Cimahi4.4162.8991043.3143.51714.250
6Kota Cirebon4.5962.6961041.0991.98910.567
7Kota Depok18.7769.9482244.6607.83241.581
8Kota Sukabumi3.1353.361401.4218.20916.166
9Kota Tasikmalaya4.9365.036594.0396.61220.707
10Kab. Bandung22.12726.30120510.91332.78492.378
11Kab. Bandung Barat8.30910.1546412.41014.68245.619
12Kab. Bekasi27.56714.6322072.96814.64860.073
13Kab. Bogor24.71449.94712813.18118.592106.624
14Kab. Cianjur9.13030.3741139.8117.99457.435
15Kab. Sukabumi13.22734.0797540.47711.67999.561
16Kab. Sumedang8.92417.394347307.72634.839
17Kab. Subang12.89913.54923710.0727.07343.866
18Kab. Purwakarta6.4415.498252.4569.82724.247
19Kab. Karawang15.2552.1086933.35911.11861.970
20Kab. Majalengka15.30310.470741.14913.48340.509
21Kab. Indramayu21.1061.19117.3248.27647.897
22Kab. Cirebon16.10417.7137190719.99254.787
23Kab. Kuningan11.79417.202899796.42136.485
24Kab. Tasikmalaya12.36425.629364.18119.51161.792
25Kab. Garut26.22944.6383064.64428.119103.962
26Kab. Ciamis8.74312.207373.81912.67137.526
27Kab. Pangandaran4.0423.6637.9853.54611.531

Sumber : kemdikbud, diolah Bang Imam Berbagi, 21 Mei 2020
#BangImamBerbagi
#APK
#PAUD
#2020

Leave A Reply

Your email address will not be published.