Take a fresh look at your lifestyle.

Manfaat Musikalisasi Puisi

311

Manfaat Musikalisasi Puisi

Berikut dibawah ini terdapat beberapa manfaat musikalisasi puisi, antara lain sebagai berikut:

  1. menggugah perasaan lebih dalam,
  2. membangkitkan imajinasi,
  3. mendorong orang lebih mampu berpikir dan menggerakkan pikiran,
  4. menimbulkan kesenangan dan hiburan.

Menurut pendapat dari Nenden Lilis A. (dalam Ari KPIN, 2008:9) menyebutkan ada empat manfaat musikalisasi puisi, antara lain:

  • Dapat merangsang minat siswa terhadap puisi sebab musik adalah salah satu cabang kesenian yang sudah akrab dengan kehidupan iswa dan pada umumnya disukai siswa;
  • Memberi penyegaran pada siswa agar pembelajaran tidak monoton;
  • Memberi kesempatan kepada siswa berhubungan langsung dengan karya sastra melalui cara yang akrab dengan pengalaman siswa;
  • Merangsang aspek emotif siswa, dan lain-lain.

Cara Musikalisasi Puisi

Berikut ini ada beberapa hal yang harus kalian lakukan agar kalian dapat memusikalisasi puisi secara baik.

  1. Menentukan puisi yang akan dimusikalisasi.
  2. Mengapresiasi puisi yang telah ditentukan.
  3. Mengapresiasi puisi artinya mencermati secara sungguh-sungguh sebuah puisi hingga tumbuh pengertian, penghargaan, kepekaan pikiran kritis dan kepekaan perasaan yang baik terhadap cipta sastra.
  4. Memerhatikan kesusastraan isi puisi dengan suasana yang dibangun.
  5. Menentukan alat musik yang digunakan untuk mengiringi musikalisasi Alat musik yang akan kalian gunakan dapat berupa gitar, gendang, keyboard, dan sebagainya.
  6. Menentukan notasi nada yang akan digunakan. Notasi nada tersebut dapat berbentuk notasi angka ataupun notasi balok. Guna notasi untuk mempermudah melagukan puisi tersebut.

Contoh Musikalisasi Puisi

Berikut dibawah beberapa contoh musikalisasi puisi, antara lain sebagai berikut:


Hayatilah Sayang

Karya: Yant Mujiyanto

Hayati, rasa serta renungkan

Duka mahapedih sedalam samudra

Oleh gelombang tsunami yang gemuruh menerjang

Yang merenggut dan memorakporandakan segalanya

Semoga, dengan semua itu

Terketuklah pintu hatimu Untuk ikhlas berbagi Menyantuni

Merawat dan merengkuh penuh kasih sayang

Mereka yang kini terlunta

Seraya engkau pun merasa perlu berpuasa

Dari menempuh hidup sekadar berhura-hura

Berbahagialah kita

Yang mampu mengambil hikmah Atas musibah

Yang datang melanda

(Dikutip dari: Indonesia Menangis, 2005)


Usah Kau Lara Sendiri

Kulihat mendung membayangi pancaran wajahmu

Tak terbiasa kudapati terdiam mendura

Apa gerangan bergemuruh di ruang benakmu

Sekilas galau mata ingin berbagi cerita

Kudatang sahabat bagi jiwa

Saat batin merintih

Usah kau lara sendiri

Masih ada asa tersisa

Letakkanlah tanganmu di atas bahuku

Biar terbagi beban itu dan tegar dirimu

Di depan sana cahya kecil tuk memandu

Tak hilang arah kita berjalan menghadapinya

Sekali sempat kau mengeluh kuatkah bertahan?

Satu per satu jalinan kawan beranjak menjauh

Kudatang sahabat bagi jiwa

Saat batin merintih

Usah kau lara sendiri

Masih ada asa tersisa

Penyanyi: Katon Bagaskara dan Ruth Sahanaya

(Ciptaan: Andre Manika)

sumber : https://pendidikanmu.com/2020/04/musikalisasi-puisi-adalah.html

Leave A Reply

Your email address will not be published.