Take a fresh look at your lifestyle.

PERMAINAN TRADISONAL COLEK UNTUK MENINGKATKAN MINAT BELAJAR DAN KEMAMPUAN OPERASI PERKALIAN PADA SISWA SEKOLAH DASAR

196

Matematika adalah ilmu yang paling mendasar dan memiliki peranan penting dalam kehidupan sehari-hari, karena dalam kegiatan keseharian kita melibatkan hal yang bersifat matematis. Matematika merupakan salah satu komponen dari serangkaian mata pelajaran yang memiliki peranan penting dalam pendidikan. Matematika merupakan salah satu bidang studi yang mendukung perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. Indikasi pentingnya matematika dapat dilihat dari pembelajaran matematika sebagai salah satu mata pelajaran yang diberikan di setiap jenjang sekolah. Siswa dapat memperoleh pengetahuan matematika melalui pembelajaran matematika di sekolah. Pembelajaran matematika perlu diberikan sejak dini yaitu sejak siswa mengenyam pendidikan di sekolah dasar. Namun, sampai saat ini masih banyak siswa yang merasa matematika sebagai pelajaran yang sulit, tidak menyenangkan, bahkan menjadi momok yang menakutkan. Hal ini dikarenakan masih banyak siswa yang mengalami kesulitan-kesulitan dalam mengerjakan soal matematika. Salah satu kesulitan siswa SD dalam pembelajaran matematika adalah dalam materi operasi hitung perkalian.

Banyak faktor yang menjadi penyebab sulitnya siswa dalam hal ini adalah guru masih banyak menggunakan metode yang kurang maksimal seperti metode ceramah dalam menyampiak pelajaran matematika sehingga siswa merasa bosan. Selain metode yang digunakan dalam pembelajaran, penggunaan media pembelajaran juga belum optimal. Hal ini membuat siswa kurang tertarik dengan kegiatan belajar yang dilaksanakan sehingga siswa mencari kegiatan lain, seperti bermain sendiri. Siswa yang tidak memerhatikan guru tentu akan mengalami kesulitan dan keterlambatan dalam memahami materi. Pemanfaatan media memang menjadi bagian yang tidak terpisahkan saat guru dituntut untuk lebih profesional.

Strategi dalam mengajarkan operasi hitung perkalian sangat beraneka ragam tergantung pada kemampuan perencanaan seorang guru dalam mendesain pembelajaran yang aktif, kreatif, efektif dan menyenangkan. Pembelajaran matematika di Sekolah Dasar menuntut guru untuk dapat memilih dan menggunakan media yang mampu melibatkan siswa dalam belajar.  Salah satu media pembelajaran yang dapat digunakan adalah permainan tradisional. Permainan tradisional dapat membuat anak menjadi lebih kreatif dan menyenangkan. Selain itu juga, permainan tadisional memberikan manfaat dalam mengembangkan matematika anak. Maka dari itu, penulis membuat media pembelajaran yang bebasis permainan tradisional untuk menciptakan pembelajaran yang aktif, kreatif, efektif dan menyenangkan. Penulis membuat permainan tradisional yaitu Permainan Tradisional CoLek (Congklak dan EngkLek) yang bertujuan untuk meningkatkan minat belajar siswa serta meningkatkan kemampuan operasi hitung perkalian pada siswa kelas 2 sekolah dasar.

Permainan Tradisional CoLek ini adalah permainan tradisional congklak yang dikolaborasikan dengan permainan tradisional engklek yang diberi nomor setiap kotaknya dan kartu soal juga diberi nomor setiap kartu berisi soal perkalian yang harus diselesaikan oleh siswa. Permainan tradisional ini dilakukan lebih dari dua orang. Aturan dalam permainan cukup mudah dilakukan oleh anak yaitu sebagai berikut :

  1. Pemain/siswa melakukan hompipa untuk menentukan siapa yang akan bermain terlebih dahulu.
  2. Permainan dimulai dengan melempar gacok/batu ke dalam satu kotak engklek yang sudah diberi nomor.
  3. Pemain/siswa melompati kotak dalam pola engklek dengan menekuk satu kaki (kanan atau kiri) sampai pada ujung kotak dan kembali lagi pada kotak awal.
  4. Pemain/siswa melempar gacok/batu tersebut sambil memejamkan mata ke dalam kotak engklek yang sudah diberi angka untuk menentukan kartu soal nomor berapa yang akan siswa dapatkan.
  5. Pemain/siswa mendapat kartu soal sesuai dengan nomor yang didapat pada kotak engklek kemudian memilih satu soal dan menyelesaikan soal tersebut selama 2 menit.
  6. Menyelesaikan soal yang terdapat pada kartu soal dengan menggunakan congklak yaitu dengan cara misalkan siswa mendapat soal 4 x 3. Bilangan 4 adalah jumlah biji congklak dan bilangan 3 adalah lubang congklak yang akan dimasuki biji congklak.
  7. Siswa mengambil biji congklak sebanyak 4 biji kemudian dimasukkan ke dalam lubang pertama, mengambil 4 biji congklak lagi kemudian dimasukkan ke lubang kedua, dan terakhir mengambil 4 biji congklak lagi untuk dimasukkan ke dalam lubang terakhir.
  8. Siswa menghitung jumlah semua biji congklak dalam lubang yang sudah diisi biji congklak, maka itu adalah hasil dari perkaliannya.

Sebagai langkah uji coba media pembelajaran tersebut, penulis mengimplementasikan kepada siswa kelas II SD. Hasil dari implementasi tersebut memberikan dampak positif bagi siswa dalam menghitung perkalian. Siswa mengakui bahwa Permainan Tradisional CoLek menyenangkan dan memudahkan siswa dalam belajar materi operasi perkalian. Siswa bisa bermain sambil belajar dan bertambah semangat untuk belajar matematika.

Penulis berharap dengan adanya Permainan Tradisional CoLek ini sebagai salah satu media pembelajaran yang berbasis permainan mampu meningkatkan minat belajar dan kemampuan operasi hitung perkalian pada siswa Sekolah Dasar serta mampu menumbuhkan sikap positif kepada siswa dalam pembelajaran matemataika dan dapat mengubah cara pandang siswa terhadap mata pelajaran matematika. Melalui pembelajaran dengan permainan tradisional, siswa diharapkan lebih bersemangat untuk belajar materi-materi matematika lainnya. Diharapkan juga dapat menjadi referensi guru untuk mengembangkan media pembelajaran lain yang lebih inovatif dan kreatif, serta dapat menjadi alternatif solusi bagi guru dalam mengatasi masalah-masalah selama proses pembelajaran matematika.

Penulis :

Nursyifa Hafidhoh, mahasiswa S1  studi Pendidikan Matematika di Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Singaperbangsa Karawang , Indonesia.                                         Kontak : nursyifahafidhoh99@gmail.com

Leave A Reply

Your email address will not be published.