Take a fresh look at your lifestyle.

ARTISTIK

36

Artistik    salah    satu    unsur    penting    dalam    suatu pertunjukan seni, apakah itu teater, drama, dan film. Pertunjukan teater menjadi tidak utuh tanpa adanya artistik yang mendukungnya. Hal itu disebabkan apa yang menarik perhatian pertama kali adalah apa yang kita lihat. Artistik adalah segala sesuatu yang berkaitan dengan kreasi artistik,        ekspresi         emosi,                             ekspresi    diri,       dan       kegiatan individualistik (Marihot Tua Efendi: 2002). Sedangkan arti artistik dalam KBBI adalah nilai seni, mempunyai rasa seni. Jadi dapat disimpulkan artistik adalah suatu hal yang telah ada menjadi lebih berseni, memiliki nilai keindahan

yang dapat menarik perhatian orang yang menikmatinya.

Unsur artistik di sini meliputi tata panggung, tata busana, tata cahaya, tata rias, tata suara, tata musik yang dapat membantu pementasan menjadi sempurna sebagai pertunjukan. Unsur-unsur artistik menjadi lebih berarti apabila sutradara dan penata artistik mampu memberi makna kepada bagian-bagian tersebut sehingga unsur-

unsur tersebut tidak hanya sebagai bagian yang menempel atau mendukung, tetapi lebih dari itu merupakan kesatuan yang utuh dari sebuah pementasan.

B.                Tugas Penata Artistik

Penata artistik bertanggung jawab pada keseluruhan penampakan visual dilakukan, membentuk mood tertentu, unsur-unsur kontras, dan daya tarik psikologis pada audiens. Penata artistik membuat keputusan mengenai elemen visual yang dipergunakan, gaya artistik yang dipakai, dan kapan gerakan dipergunakan.

Tata artistik meliputi:

  1. Tata Panggung.

Tata panggung adalah pengaturan pemandangan di panggung selama pementasan berlangsung. Tujuannya tidak sekadar supaya permainan bisa dilihat penonton tetapi juga menghidupkan pemeranan dan suasana panggung.

  • Tata Cahaya.

Tata cahaya atau lampu adalah pengaturan pencahayaan di daerah sekitar panggung yang fungsinya untuk menghidupkan permainan dan suasana lakon yang

dibawakan, sehingga menimbulkan suasana istimewa.

Dalam tata lampu ada beberapa unsur penting yang yang diperhatikan dalam tata lampu:

  1. Tersedianya peralatan dan perlengkapan, yaitu tersedianya cukup lampu, kabel, holder dan beberapa peralatan yang berhubungan dengan lighting dan listrik.
  2. Tata letak dan titik fokus, yaitu penempatan lampu sedangkan titik fokus adalah daerah jatuhnya cahaya.
  3. Keseimbangan nyawa, keserasian penggunaan warna cahaya yang dibutuhkan.
  4. penguasaan alat dan perlengkapan, artinya lightingman harus memiliki pemahaman mengenai sifat karakter cahaya dari perlengkapan tata cahaya.
  • Tata musik.

Tata musik adalah pengaturan musik yang mengiringi pementasan teater yang berguna untuk memberi penekanan pada suasana permainan dan mengiringi pergantian babak dan adegan.

  • Tata Suara.

Tata suara adalah pengaturan keluaran suara yang dihasilkan dari berbagai macam sumber bunyi seperti; suara aktor, efek suasana, dan musik. Tata suara diperlukan untuk menghasilkan harmoni.

  • Tata Rias.

Tata rias dan tata busana adalah pengaturan rias dan busana yang dikenakan pemain. Gunanya untuk menonjolkan watak peran yang dimainkan dan bentuk fisik pemain bisa terlihat jelas penonton. Keberadaan tata artistik dalam pementasan teater sangatlah vital. Tanpa pengetahuan dasar artistik seorang sutradara atau pemain teater tidak akan mampu menampilkan kemampuannya dengan baik. Persesuaian dengan tata artistik yang menghasilkan wujud nyata keindahan. Tampilan diatas pentas adalah pilihan wajib bagi para pelaku seni teater. Gambaran tata artistik secara umum, sutradara harus menuliskan gambaran (pandangan) tata artistiknya. Meski tidak secara mendetail, tetapi gambaran tata artisitk berguna bagi para desainer untuk mewujudkannya dalam desain. Jika sutradara mampu, maka ia bisa memberikan gambaran tata artistik melalui sketsa. Jika tidak, maka ia

cukup menuliskannya. Untuk lebih jelasnya dibahas lebih agak rinci dibawah ini.

Tata rias secara umum dapat diartikan sebagai seni mengubah penampilan wajah menjadi lebih sempurna. Tata rias dalam teater mempunyai arti lebih spesifik, yaitu seni mengubah wajah untuk menggambarkan karakter tokoh. Tata Rias dalam teater bermula dari pemakaian kedok atau topeng untuk menggambarkan karakter tokoh.

Melihat hubungan rias dengan watak yang akan diperankan, Waluyo (Endraswara, 2011:98) membagi jenis rias.

  1. Rias Jenis

Rias jenis dilakukan ketika perias harus mengubah seorang laki-laki menjadi perempuan atau perempuan menjadi laki-laki.

  • Rias Bangsa

Rias bangsa terjadi jika seorang pemain bangsa Indonesia memainkan peran sebagai orang asing.

  • Rias Usia

Rias usia dapat diaplikasikan ketika seorang gadis belia memerankan seorang nenek tua.

  • Rias Tokoh dan Watak

Pengertian rias tokoh digabungkan dengan rias watak

karena di dalam masyarakat orang dapat membedakan antara tokoh pelacur dengan tokoh ibu yang saleh. Dari masing-masing tokoh tersebut jelas menunjukkan watak dan bentuk luar yang berbeda.

  • Rias Temporal

Rias yang dilakukan ketika terdapat perbedaan waktu dalam memerankan adegan. Misalnya rias orang bengun tidur dengan rias hendak ke pesta.

  • Rias Aksen

Riasan yang memberi tekanan terhadap pemeran yang sudah mendekati peranan yang akan dimainkannya. Misanya pemuda Jawa yang akan berperan sebagai pemuda Jawa.

  • Rias Lokal

Riasan yang ditentukan oleh tempat, misalnya riasan narapidana yang ada di dalam penjara berbeda dengan ketika ia sudah bebas.

Praktik tata rias memaparkan urutan kerja dalam merias pemain. Tata urutan kerja atau prosedur tata rias perlu diketahui agar proses berjalan secara efektif dengan hasil yang maksimal. Seorang penata rias dalam merias aktor maupun aktrisnya tidak sembarang dalam

mengaplikasikannya, butuh beberapa tahapan agar rias yang dihasilkan dapat sesuai dengan karakter yang diharapkan. Berikut ini urutan atau prosedur seorang penata rias dalam merias aktor atau aktrisnya.

  1. Persiapan

Persiapan merupakan tahapan yang penting dalam praktik tata rias. Seorang penata rias perlu melakukan persiapan berupa perencanaan, persiapan tempat, dan peralatan, serta persiapan pemain.

  • Desain

Desain adalah rancangan berupa gambar atau sketsa sebagai dasar penciptaan.

  • Merias

Desain pada akhirnya diaplikasikan pada pemeran. Seorang penata rias berdasarkan desain yang telah dibuat.

Leave A Reply

Your email address will not be published.