Take a fresh look at your lifestyle.

Fokus dan Objek Penelitian Sastra

1.333

Fokus Penelitian Sastra Langkah awal dalam merencanakan sebuah penelitian sastra adalah menentukan teks sastra yang akadikaji atau diteliti dan persoalan apa yang hendak diteliti. Setelah itu, langkah kedua adalah penentuan fokus penelitian. Secara umum, penelitian sastra dibagi menjadi lima fokus, yaitu:

1. Penelitian genetik (penelitian dengan fokus teks dan hubungannya dengan penulis).Penelitian dengan fokus ini percaya bahwa kajian akan mencapai objektivitas jika pengkaji menelitiintensitas penulis atau apa yang sesungguhnya dikehendaki oleh penulis, karena penulis adalah sumberinformasi yang paling sahih dan dapat dipercaya tentang teks yang dihasilkannya. Dengan kata lain, sepertiapa makna dari suatu puisi adalah apa yang dimaksud penulis tentang puisi tersebut tatkala iamenciptakannya. Penelitian ini dilakukan dengan cara mengkaitkan antara karya sastra dengan kehidupan, pikiran, intensitas, milliu sosial/politis/intelektual atau kepribadian penulisnya, baik yang bersifat sadarmaupun bawah sadar. Jika penulis masih hidup wawancara terhadap penulis dilakukan untuk mendapatkandata, jika penulis sudah meninggal, apa lagi pada masa yang sudah lampau, peneliti akan membongkar danmencermati tulisan-tulisan ikhwal penulis, baik dari karya penulis sendiri (surat, catatan harian, tulisan lain,otokritik dan sebagainya) maupun karya orang lain tentang penulis tersebut. Teori yang dapat digunakanuntuk mendukung penelitian ini: Expressive Realism, Historicism, Biographical Criticism, Psikoanalisis.

2. Penelitian dengan fokus teks dan hubungannya dengan pembaca.Penelitian dengan fokus ini melihat pembaca sebagai faktor penentu dari makna.Makna dari sebuah tekstidak mungkin muncul dan tidak lebih dari sekadar onggokan kertas tanpa peran aktif pembaca.Tanggapandan reaksi pembaca yang bervariasi terhadap suatu teks menjadi daya tarik peneliti. Pada abad ke-20 terjadi pergeseran cara pandang pembaca dari pembaca imajiner atau pembaca yang tersirat dalam teks kea rah pembaca dalam arti yang sebenarnya. Salah satu contoh adalah teks-teks yang menakutkan (TheFrankenstein), atau teks yang bersifat controversial dan mendapatkan banyak sensor (Are You There God

 dan It‟s Margaret), atau terhadap pengakhiran cerita yang mengundang debat seperti bunuh diri sang tokoh pada The Awakening, isu lesbianism pada The Hurs, diasumsikan bahwa pembaca atau kelompok-kelompok pembaca akan memberikan tanggapan atau reaksi yang berbeda terhadap teks-teks tersebut. Adanya perbedaan asumsi masing-masing pembaca atau kelompok pembaca merupakan hal yang cukup menarikuntuk diteliti lebih jauh, dengan fokus penelitian pada pembaca.Teori yang dapat digunakan untukmendukung penelitian ini adalah Reader-Response Theory, teori resepsi, dan psikoanalisis pembaca.

3. Penelitian dengan fokus teks itu sendiri, tanpa memandang hubungan teks dengan unsur lain yangmelingkupinya.Penelitian dengan fokus ini percaya bahwa objektivitas kajian dapat dicapai jika peneliti memandangteks secara otonom tanpa mengkait-kaitkan dengan penulis, pembaca, realitas atau teks lain. Sumber data penelitian dengan fokus ini adalah elemen-elemen yang ada di dalam teks itu saja.Penelitian dilakukandengan mengkonsentrasikan diri pada informasi yang ada pada teks dan hubungan internal antar informasiatau elemen di dalam teks sebagai entitas yang utuh. Penelitian ini tidak membutuhkan bahan atau sumberdata lain selain teks itu sendiri. Teori yang dapat digunakan untuk mendukung penelitian ini di antaranya: New Criticism,Structuralism.

4. Penelitian dengan fokus teks dan hubungannya dengan realitas.Peneliti dengan fokus ini percaya bahwa teks sastra adalah cerminan realitas, sehingga sebuah teks akandianggap berbobot jika ia mampu memotret realitas. Peneliti mencari hubungan antara kejadian atau realitasteks dengan realitas nyata pada saat teks itu ditulis untuk melihat sejauh mana teks menggambarkanrealita.Dalam perkembangannya pakar sastra pasca strukturalisme memandang realitas secara berbedadengan pengamat sastra yang menganut paham mimesis.Mereka berpendapat bahwa yang dapat dibangundari teks-teks adalah suatu versi realitas‟ yang berbeda-beda dari teks satu ke teks yanglain.Mereka juga berpendapat bahwa teks sastra justru memiliki kemampuan untuk menciptakan realitas. Teori yang dapatdigunakan untuk mendukung penelitian ini di antaranya: mimesis, sosiologi sastra,cultural studies,marxism, postrukturalisme, poskolonialisme, feminisme.

5. Penelitian dengan fokus teks dan hubungannya dengan teks lain.Penelitian jenis ini memandang teks sebagai sesuatu yang tidak pernah asli. Setiap teks memilikihubungan analogis dengan teks lain yang memiliki konvensi yang sama. Teori yang dapat digunakan untukmendukung penelitian ini adalah teori intertekstualitas.  

3. Objek Penelitian Sastraa. Objek Formal Obyek formal adalah objek yang dilihat dari sudut pandang tertentu. Karena objek formalmengandaikan cara keberadaan yang spesifik, teknik pengumpulan data yang dapat digunakan secara efisiendan efektif tentunya harus sesuai dengan cara keberadaan dari objek formal itu. Untuk memperoleh dataverbal cara terbaik yang dapat digunakan adalah teknik simak yang dapat disetarakan dengan observasi ,untuk memperoleh data intensional yang diperlukan tentu saja teknik wawancara, sedangkan data socialdapat dipinjam segala macam teknik yang biasa digunakan dalam ilmu sosial.Objek formalnya meliputi kajian strukturalisme sastra, sosiologi sastra, psikologi sastra, semiotika,antropologi sastra, filologi, hingga yang termutakhir, postkolonialisme sastra. Pada sisi ini, objek formaldipandang sebagai unit analisis atau kajian yang digunakan untuk membedah karya sastra. Dengan kedua batasan ini, sastra dapat dikatakan sebagai sebuah ilmu atau keilmuan.

b. Objek Material Objek Material adalah objek yang menjadi lapangan penelitian. Yang menjadi objek material adalahkeseluruhan tuturan manusia atau masyarakat bahasa yang diteliti, sedangkan objek formalnya dapat berupasatuan-satuan tertentu dari tuturan itu beserta relasi-relasi tertentu antar satuan tuturan yang bersangkutan.Tidak tertutup kemungkinan yang menjadi objek formal adalah konteks tutran, intensi penutur, efek tuturan,dan sebagainya , yang kesemuanya ditentukan oleh sudut pandang yang digunakan peneliti terhadap objekmaterialnya.Sudut pandang tidak saja menentukan objek material penelitian, melainkan sekaligus mengimplikasikanasumsi-asumsi peneliti mengenai kodrat keberadaaan objek penelitiannya.Tujuan utama dari karya sastra adalah menghubungkan pembaca dengan dinamika kehidupannya,sehingga terjadi proses pelajaran khusus untuk melakoni kehidupan yang sebenarnya. Pada posisi ini, bahasamenjadi medium utama untuk mengomunikasikan makna-makna bagi pengarang dengan permainan diksiuntuk menghasilkan bentuk-bentuk karya yang dimanifestasikan melalui puisi, prosa, dan drama. Sastrahadir dalam spektrum zaman untuk menjelaskan identitas kultural suatu masyarakat tertentu sesuai denganteritorial sastra itu berkembang. Sebagi suatu diskursus keilmuan, sastra mesti memiliki objek materialmaupun objek formalnya. Objek material sastra meliputi karya-karya sastra itu sendiri, yakni novel, teksdrama, puisi, novelet, karya-karya epos kuno, hingga esai .

sumber : https://www.academia.edu/

Leave A Reply

Your email address will not be published.