Take a fresh look at your lifestyle.

MENGAPA NYAMUK SUKA DARAH?

133

Oleh: Ahmad AkmazakaAvisena

Pada suatu siang yang tenang, Telo duduk di ruang tengah rumahnya. Sesaat kemudian, ia mengambil sebuah buku untuk dibaca. Ketika sedang asyik membaca, Telo dikelilingi oleh nyamuk. Jumlah nyamuk yang mengerubunginya lebih dari tiga. Telo memutuskan pindah ke ruangan makan karena nyamuk itu tidak berhenti mengganggunya. Kadang hinggap di keningnya, kadang hinggap di tangannya, bahkan hamper masuk ke lubang telinganya.

Di ruang makan, Telo berlari menuju ibunya yang baru saja selesai membuat makan siang. Telo berkata, “Ibu, nyamuk-nyamuk itu tak berhenti mengelilingiku!” Ibunya hanya tersenyum.

“Mengapa nyamuk suka mendekati kita Bu?” Telo lanjut bertanya.

Ibu berpikir sejenak untuk mencari jawaban terbaik. Lalu beliau berkata, “Sini kita duduk dulu.” Ibu memastikan Telo siap mendengar ceritanya. “Ibu akan menceritakan kenapa nyamuk suka mengelilingimu.”

*

“Pada suatu waktu, di mana ras Naga terakhir masih hidup. Seseorang bernama Volog sedang berjalan-jalan di desa. Dikisahkan bahwa ia bisa berbicara dengan hewan. Dalam perjalanan ke rumahnya, Volog bertemu beberapa ekor nyamuk. Volog pun berbicara dengan pemimpin mereka.

“Volog berkata, ‘Halo, apa yang sedang kalian lakukan?’ Lalu, nyamuk menjawab, ‘Kami sedang mencari buah keto yang dikatakan bisa membuat kami kenyang 30 tahun.’ Jawab sang pemimpin.’ Oh iya, pada masa itu nyamuk memakan buah-buahan. Volog pun penasaran dengan perkataan pemimpin nyamuk. ‘Di mana kita bisa mendapat buah itu? Aku ingin mencari buah itu bersama kalian.’ Singkat cerita mereka sepakat mencari buah keto bersama-sama.

“Malam harinya, mereka memulai perjalanan. Perjalanan diawali dari pinggiran desa menuju ke arah utara. Sesampainya di sana, mereka tidak menemukan apa-apa. Mereka pun melanjutkan pencarian ke arah timur. Sama, tak juga mereka mendapati buah keto yang dicari.

“Setelah tiga minggu tiga hari, akhirnya mereka menemukan sebuah gua saat akan melanjutkan perjalanan ke arah selatan. Saat itu, karena sudah melakukan perjalanan jauh, bekal mereka hampir habis. Tidak ada pilihan, hari hampir malam. Mereka memilih masuk untuk beristirahat.

“Mereka menjelejahi gua tersebut perlahan-lahan lalu menemukan hal yang mengejutkan di ujung gua. Seekor naga besar terlihat sedang tidur. Di depannya, ada pohon besar yang melubangi atap gua. Volog dan para nyamuk mulai ketakutan.

“Para nyamuk berbisik, ‘Pasti itu pohonnya. Itu pohon buah keto yang kita cari’. Mendengar itu, Volog yang mulai ketakutan coba mengontrol diri agar tetap tenang. Para nyamuk pun sama. Mereka berusaha tidak berisik.

“Benar saja. Di ujung daun pohon itu terdapat banyak buah yang warna dan bentuknya asing bagi mereka. Mereka meyakini bahwa itu buah keto yang sedang mereka cari. Volog dan para nyamuk pun menyusun rencana bagaimana mendapatkan buah itu tanpa membangunkan sang naga.”

**

Telo semakin penasaran menunggu kelanjutan cerita Ibunya. “Lalu apa rencana mereka, Bu?”.

“Setelah berunding, akhirnya diputuskan bahwa para nyamuk yang akan mengambil sebuah keto karena mereka bisa terbang tanpa membangunkan naga. Setelah buahnya didapat, mereka akan langsung keluar gua dengan diam-diam.

“Rencana mulai dijalankan. Baru saat para nyamuk akan memegang buah keto, Sang Naga sudah bangun. Naga yang bangun tampak marah melihat paranyamuk akan mengambil buah keto tanpa izin terlebih dahulu.

“Melihat itu, Volog tak tinggal diam. Ia mencoba mengambil buah keto saat naga sibuk mengusir para nyamuk. Usaha Volog tidak berhasil, naga malah kini mengejarnya.

“Saat naga memburu Volog itulah, para nyamuk berhasil mengambil sebuah keto dan mencoba keluar melalui celah lubang pohon yang melubangi atap gua. Di saat yang sama, naga dengan cepat mengibaskan ekornya sampai atap sehingga para nyamuk gagal keluar.

“Kibasan ekor naga yang kuat menyebabkannya tersangkut di lubang atap gua. Naga berusaha keras melepaskan ekornya yang tersangkut, sementara Volog dan para nyamuk mencari perlindungan dengan bersembunyi.

“Tak disangka, ekor naga terkena bagian yang tajam dari atap gua sehingga keluarlah darah yang sangat banyak dari ekornya. Darah yang banyak mengalir ke seluruh gua. Volog dan para nyamuk berlari menyelematkan diri.

“Lari Volog lebih cepat dari nyamuk. Kebetulan di depannya ada buah keto yang sudah lama dicarinya. Volog ambil buah itu dan coba melarikan diri sendiri meninggalkan para nyamuk.”

Ibu menghela napas, menghentikan beberapa detik ceritanya. Telo makin penasaran.

***

“Mengetahui hal tersebut para nyamuk mulai marah karena Volog ternyata bukan hanya ingin mengambil satu buah keto melainkan semua buah keto yang berjatuhan. Saat para nyamuk semakin marah, Volog tersandung dan terjatuh. Akhirnya para nyamuk mengelilinginya.

“Para nyamuk berkata, ‘Kenapa kamu meninggalkan kami dan mengambil buah keto sendiri?’ Volog diam tidak menjawab. Darah naga semakin dekat. Satu, dua, tiga, dan seterusnya nyamuk terkena darah itu dan tak sengaja memakannya.

“Karena dirasa darah enak, mereka ketagihan. Seekor nyamuk usul bahwa daripada tidak ada hasil, lebih baik kita beri pelajaran dengan mengisap darah orang serakah di depan kita ini. Tanpa berlama-lama, semua anggota setuju.

“Lalu para nyamuk mengelilingi Volog dan mengisap darahnya. Volog yang serakah membuat nyamuk-nyamuk yang tenang menjadi pemarah dan pendendam. Kemarahan dan rasa dendam itu turun-temurun sampai nyamuk yang sekarang. Para nyamuk akhirnya mengonsumsi darah alih-alih ingin makan buah saat itu yang tak kesampaian.”

****

Cerita Ibu selesai. Lalu Ibu bertanya kepada Telo yang asyik mendengarkan, “Nah, apa yang bisa Telo pelajari dari cerita tersebut?”

AHMAD AKMAZAKA AVISENA
AHMAD AKMAZAKA AVISENA, Murid Kelas 6
Sekolah Ar Ridha Al Salaam, Depok
Senang Menulis Fiksi, mengidolakan JK Rowling

Leave A Reply

Your email address will not be published.