Take a fresh look at your lifestyle.

Puisi lama & Baru: Pengertian, Ciri, Jenis, Perbedaan dan Contohnya Lengkap

65

Puisi merupakan salah satu bentuk karya sastra yang mendayagunakan bahasa sebagai medianya. Puisi tercipta oleh seseorang yang terlatih dalam olah indra, rasa, pikiran, dan imajinasi. Sekian unsur tadi bergerak bersama. Namun demikian, tidak semua unsur tersebut memiliki porsi atau andil yang sama dalam melukiskan sebuah puisi. Saat tertentu, indra yang mendominasi dalam melahirkan begitu dan seterusnya. Atas dasar itulah lahir beberapa puisi yang bersifat sebagai berikut.
■ Indratif (gambaran pengindraan, penglihatan, penciuman, pendengaran, dan lain-lain). ■ Sensitif emosional (gambaran kepekaan perasaan). ■ Sensitif intelektual (kepekaan berpikir). ■ Imajinatif (ketajaman daya khayal atau cipta).

Puisi lama & Baru: Pengertian, Ciri, Jenis, Perbedaan dan Contohnya Lengkap

Berdasarkan bentuknya, puisi dibedakan atas puisi konvensional (lama) dan puisi inkonvensional (modern/baru). Nah, pada kesempatan kali ini kita akan mempelajari pengertian, ciri-ciri atau karakteristik, macam-macam, contoh serta perbedaan puisi lama dan puisi baru. Untuk itu, silahkan kamu simak baik-baik penjelasan berikut ini.
Pengertian Puisi Lama dan Puisi BaruPuisi lama atau puisi konvensional merupakan jenis puisi yang masih terikat oleh persajakan, pengaturan larik dalam setiap bait, dan jumlah kata dalam setiap larik, serta musikalitas puisi sangat diperhatikan. Dalam hal ini, yang tergolong di dalamnya adalah jenis-jenis puisi lama, misalnya pantun, syair, gurindam, bidal, talibun, dan banyak lagi yang lainnya.
Puisi baru atau puisi modern atau puisi inkonvensional adalah bentuk puisi yang sudah tidak terikat oleh aturan-aturan yang mengikat puisi lama sehingga cenderung lebih bebas. Puisi baru berkembang dari puisi lama yang telah mendapat pengaruh dari luar, puisinya tidak terikat oleh aturan rima, jumlah baris, atau jumlah kata. Meskipun demikian, baik puisi lama maupun puisi baru di dalamnya masih terkandung ritme, rima dan musikalitas.
Ciri-Ciri Puisi Lama dan Puisi BaruCiri-ciri atau karakteristik dari puisi lama antara lain sebagai berikut. ● Terikat aturan atau pola tertentu. ● Umumnya merupakan puisi rakyat. ● Biasanya nama pengarang tidak diketahui. ● Umumnya merupakan sastra lisan. ● Disampaikan dari mulut ke mulut.
Sedangkan ciri-ciri atau karakteristik puisi baru antara lain sebagai berikut. ● Tidak terikat oleh berbagai aturan-aturan rima dan aturan puisi lama lainnya. ● Diketahui nama pengarangnya. ● Perkembangan secara lisan dan tertulis. ● Penggunaan majas yang dinamis/berubah-ubah. ● Biasanya menceritakan tentang kehidupan. ● Lebih banyak memakai sajak pantun dan syair. ● Bentuk yang lebih rapi dan sejajar. ● Rima akhir yang biasanya teratur. ● Setiap barisnya merupakan kesatuan sintaksis. ● Bentuknya rapi dan biasanya simetris. ● Mempunyai persajakan yang teratur di akhir. ● Kebanyakan mempergunakan pola sajak pantun dan syair. ● Sebagian besar puisi empat seuntai. ● Tiap-tiap barisnya atas sebuah gatra atau dengan istilah laih sebagai kesatuan sintaksis. ● Tiap gatranya terdiri atas dua kata dengan 4-5 suku kata.
Perbedaan Puisi Lama dan Puisi Baru Secara umum perbedaan antara puisi lama dan puisi baru dapat ditinjau dari segi irama, bentuk, penulis/pengarang, penyebaran, serta isinya. Berikut ini tabel perbedaan antara puisi lama dan puisi baru.

No.PerbedaanPuisi LamaPuisi Baru
1.IramaTetap, yaitu dua patah kata dalam sekali ucap.Dinamis, mengikuti pikiran dan perasaan penulis.
2.BentukTerikat oleh aturanBebas, tidak terikat aturan
3.PenulisTidak dikenalDikenal
4.PersebaranSecara lisanSecara lisan dan tulisan
5.IsiBiasanya berupa nasihatCurahan hati penulis


Jenis-Jenis Puisi Lama dan Puisi Baru Beserta ContohnyaJenis-Jenis Puisi Lama1. Pantun Pantun adalah bentuk puisi lama yang memiliki sajak a-b-a-b. Dengan penggunaan sajak tersebut, tentu pantun sangat mudah dikenali. Dahulu pantun menjadi salah satu bentuk komunikasi antar orang baik melalui berbalas pantun atau melalui lagu. Perhatikan contoh pantun berikut ini.

Berakit-rakit ke huluSampiran
Berenang-renang ke tepian
Bersakit-sakit dahuluisi
Bersenang-senang kemudian
Dari mana datangnya lintah Dari sawah turun ke kali Dari mana datangnya cinta Dari mata turun ke hati

Dari contoh pantun di atas, maka pantun memiliki ciri-ciri atau karakteristik sebagai berikut. ● Bersajak silang (a-b-a-b) ● Terdiri dari empat baris dalam satu bait ● Tiap baris terdiri dari delapan hingga dua belas suku kata ● Baris pertama dan kedua merupakan sampiran ● Pantun bersifat curahan perasaan atau pikiran ● Beris ketiga dan keempat merupakan isi
Berdasarkan isinya, pantun dapat dibedakan menjadi beberapa macam yaitu pantun jenaka, pantun teka-teki, pantun nasihat, pantun adat, pantun agama, pantun dagang, dan pantun remaja. Berikut ini contoh masing-masing jenis puisi tersebut.

Pantun Jenaka
Pantun Teka-Teki
Ambil segulung rotan saga  Sudah diambil mari diurut  Duduk termenung harimau tua  Melihat kambing mencabut janggut
Burung nuri burung dara  Terbang ke sisi taman kayangan  Cobalah tebak wahai saudara  Makin di sisi makin ringan



Puisi Nasihat
Puisi Adat
Kalau keladi sudah ditanam  Jangan lagi meminta talas  Kalau budi sudah ditanam  Jangan lagi meminta balas
Berek-berek turun ke semak  Dari semak turun ke padi  Dari nenek turun ke mamak  Dari mamak turun ke bumi



Pantun Agama
Pantun Dagang
Cari lebah bersarang besar  Jangan tersengat racun berbisa Janji  Allah adalah benar  Jangan tertipu kehidupan dunia
Hari gelap jangan bingung  Niscaya kita cepat tidur  Hati siap karena untung  Jangan alpa panjatkan syukur



Pantun ramaja

Bukan kacang sembarang kacang  Kacang melilit kayu jati  Bukan datang sembarang datang  Datang melihat isi jantung hati

2. Mantra Mantra adalah puisi lama yang umumnya digunakan dalam upacara adat atau keagamaan. Mantra biasanya mengandung nilai atau kekuatan magis sehingga dapat menimbulkan efek atau kesan tertentu jika dibaca atau diucapkan. Beberapa ciri-ciri mantra antara lain sebagai berikut. ● Bersifat sakti ● Bersajak abc-abc, abcd-abcd, abcde-abcde ● Menggunakan bahasa khusus yang bersifat esoferik ● Cenderung lebih bebas dalam hal suku kata, baris atau sajak ● Biasanya digunakan dalam upacara keagamaan Contoh mantra adalah sebagai berikut.

Hai dewa berotot besi Bangunlah dengan kekuatan besimu itu Wahai raja basa basi Yang duduk dikerajaan paling tinggi Bersandar ditiang besi Memintamu untuk memberikan insan Kuminta insan sedikitmu Agar mendapatkan kekuatan otot besimu

3. Syair Syair adalah bentuk puisi lama yang terdiri dari empat baris isi dan memiliki sajak aaaa. Syair berasal dari Arab dan umunya berisi tentang kisah inspiratif atau nasihat. Adapun ciri-ciri syair antara lain sebagai berikut. ● Terdiri dari empat baris ● Bersajak aaaa ● Semua baris merupakan isi ● Umumnya berisi nasihat Contoh syair adalah sebagai berikut.

Dengarkan wahai manusia, Syair sederhana yang pernah ada, Dalam dunia yang fana, Mengenai penderitaan semua manusia, Hidup ini hanya untuk beribadat, Tidak hanya untuk melakukan maksiat, Janganlah mengumbar syahwat, Lakukanlah ibadah yang taat, Jangan lupa untuk sholat, Agar menjadi manusia yang bermanfaat, Jangan lupa zakat dan sholawat, Untuk mengaharapkan akhirat, Tuhan tak pernah tidur, Agar manusia gampang diatur, Tuhan membuat hidup manusianya makmur, Agar kita selalu akur, Jangan lupa saat kita bahagia, Apalagi saat mengalami duka, Karena tuhan selalu ada, Sebab Tuhan selalu mejaga umat umat-Nya, Ya Allah ya Tuhan kami, Ampunilah segala dosa kami, Berilah segala pentunjuk untuk kami, Untuk mendapatkan ridho Illahi,

4. Gurindam Gurindam adalah bentuk puisi lama yang terdiri dari dua baris tiap bait dan bersajak aa. Sama seperti syair, gurindam juga berisi nasihat atau petuah. Adapun ciri-ciri gurindam antara lan sebagai berikut. ● Terdiri dari dua baris ● Bersajak aa ● Biasanya berisi nasihat atau petuah ● Baris pertama merupakan persoalan atau masalah ● Baris kedua berisi jawaban atau akibat Contoh gurindam adalah sebagai berikut.

Saat muda tidak sembahyang Ketika tua akan terguncang
Jika tidak hormat kepada orang tua Akan dijauhkan dari pintu surga
Sudah pagi masih tidur Maka rejeki akan terkubur
Jangan suka bersikap kufur Maka hidupmu tidak akan makmur

5. Seloka Seloka adalah contoh puisi lama yang berasal dari Melayu. Seloka disebut juga pantun berkait karena pantun ini terdiri atas beberapa bait yang sambung-menyambung. Hubungannya sebagai berikut: Baris kedua dan baris keempat pada bait pertama dipakai kembali pada baris pertama dan ketiga pada bait kedua. Demikian pula hubungan antara bait kedua dan ketiga, ketiga dan keempat, dan seterusnya.
Seloka digunakan untuk keperluan menyindir, bersendau gurau atau mengejek yang diungkapkan dalam sebuah perumpamaan. Contoh seloka adalah sebagai berikut.

Sarang garuda di pohon beringin Buah kemuning di dalam puan Sepucuk surat dilayangkan angin Putih kuning sambutlah Tuan
Buah kemuning di dalam puan Dibawa dari Indragiri Putih kuning sambutlah Tuan Sambutlah dengan si tangan kiri
Dibawa dari Indragiri Kabu-kabu dalam perahu Sambutlah dengan si tangan kiri Seorang makhluk janganlah tahu

6. Karmina Karina disebut juga pantun kilat. Jenis puisi lama ini memiliki isi yang sangat pendek dan digunakan untuk keperluan menyindir. Sajak karmina memiliki pola yang lurus atau aa. Beriku ini adalah contoh karmina.

Gendang gendut, tali kecapi Kenyang perut, senanglah hati
Pinggan tak retak, nasi tak ingin Tuan tak hendak, kami tak ingin
Sudah gaharu, cendana pula Sudah tahu, bertanya pula

7. Talibun Talibun adalah pantun yang susunannya terdiri atas enam, delapan, atau sepuluh baris. Pembagian baitnya sama dengan pantun biasa, yaitu terdiri atas sampiran dan isi. Jika talibun itu terdiri atas enam baris, tiga baris pertama merupakan sampiran dan tiga baris berikutnya merupakan isi. Contoh talibun enam baris:

Selasih di rimba Jambi Rotan ditarik orang Pauh Putus akarnya di jerami Kasih pun baru dimulai Tuan bawa berjalan jauh Itu menghina hati kami

Contoh talibun delapan baris:

Pasir bulan dalam perahu Berlabuh tentang batu bara Berkiawan lalu ke tepian Ketika menghadap kemudinya Kasih tuan hambalah tahu Bagai orang menggenggam bara Rasa hangat dilepaskan Begitu benar malah kiranya

Contoh talibun sepuluh baris:

Ditatah sarat bunga kondai Bertikam berhulu gading Terang bertirai sutra Bersulam bersuji manik Rendah beri berturab Kebesaran basa nan empat balai Tuan Pagi di padang ganting Tuan Indomo di Siiroso Datuk Machndun di Si Manik Bendahara di sungai Tarab

8. Bidal

Baca Juga:

Bidal merupakan jenis peribahasa yang memiliki arti lugas, memiliki rima dan irama, sehingga sering digolongkan ke dalam bentuk puisi. Dalam kesusastraan Melayu, bidal yang mengandung kiasan, sindirin atau pengertian tertentu. Bidal termasuk salah satu jenis sastra yang tertua. Secara teoritis, makna bidal seringkali disamakan dengan pepatah atau ungkapan. Dalam kehidupan sehari-hari, bidal mempunyai fungsi sebagai berikut. Sebagai media komunikasi. „  Sebagai media pengajaran dan pendidikan. „  Sebagai media untuk mengkritik. „  Sebagai media untuk mengontrol dalam masyarakat. „  Sebagai media untuk menunjukkan kebijaksanaan. „  Sebagai media untuk melihat dan mengukur status seseorang Contoh bidal adalah sebagai berikut.

Bagai kerakap di atas batu, hidup segan mati tak mau. Ada ubi ada talas, ada budi ada balas. Tulus tangan dilakukan, lulus kata dilangkahkan.


Jenis-Jenis Puisi Baru Berdasarkan Isinya Berdasarkan isinya, puisi baru dibagi menjadi beberapa macam yaitu epigram, orde, hymne, balada, elergi, satire, dan romansa. Berikut ini penjelasan jenis-jenis puisi baru berdasarkan isinya tersebut serta contohnya. 1. Balada Balada adalah contoh puisi baru yang menceritakan kisah tertentu. Balada memiliki ciri-ciri yaitu terdiri atas 3 bait dalam satu puisi, setiap bait terdiri dari 8 baris, memiliki pola rima ababbccb kemudian berubah menjadi ababbcbc. Adapun contoh balada adalah sebagai berikut.

Ibu burung dalam sebuah cemara Dua anaknya saling menemani Malampun datang untuk menemaninya Saat itulah mereka diam dalam sunyi Matanya berbinar meminta bantuan kami Pergilah ia menelusuri setiap desa desa Mempertaruhkan nyawanya Untuk mempertaruhkan sesuap nasi
Sesuap nasi untuk anak anaknya Demi tumbuh kembang burung burung mungil ini Nyawanya menjadi taruhannya Anak anaknya menerima makanan dengan senang hati Tanpa ada perasaan iri Itulah perjuangan ibu didesa Hanya untuk mengambil makanan ini Demi mereka dan anak anaknya

2. Hymne Hyme merupakan bentuk puisi berupa pujian-pujian yang diberikan kepada dewa, Tuhan, tanah air, pahlawan, maupun almamater. Biasanya hymne dinyanyikan dengan irama yang sesuai. Contoh hymne adalah sebagai berikut.

Terpujilah wahai engkau ibu bapak guru Namamu akan selalu hidup dalam sanubariku Semua baktimu akan kuukir di dalam hatiku Sebagai prasasti terima kasihku Tuk pengabdianmu Engkau sebagai pelita dalam kegelapan Engkau laksana embun penyejuk dalam kehausan Engkau patriot pahlawan bangsa Tanpa tanda jasa

3. Orde Orde sama seperti hymne karena di dalamnya terdapat pujian ataupun sanjungan. Puisi ini menggunakan bahasa yang resmi namun tetap anggung. Contoh orde adalah sebagai berikut.

Sahabatku… Temanku dalam susah maupun senang Penghibur ketika ku sedih Kau sirnakan segala dukaku ini Kau temani setiap langkahku Kau temani pula dikala sedang suka Sungguh baik hatimu Sungguh besar segala pertolonganmu Sungguh ikhlas hatimu Jasamu akan kuingat selalu Takkan hilang sampai terkekang waktu Takkan hilang dari habisnya jaman Sahabatku… Terima kasih kuucapkan untukmu

4. Epigram Epigram merupakan jenis puisi yang berisi tuntutan hidup. Contoh epigram adalah sebagai berikut.

Hari ini tak ada tempat lagi untuk bersembunyi Tak ada lagi untuk berlari meminta bantuan kesana kemari Semua sudah terlambat Jasa jasa penolongku Jasa jasa yang menyinariku Pergi tiada henti Penyesalanku tiada henti Barulah sadar dunia yang tak nyata ini (mengingatkan kita untuk selalu beramal kepada orang lain selama kita masih hidup)

5. Romansa Kata romansa berasal dari bahasa Prancis yaitu romantique yang berarti sifat indah dalam perasaan. Sesuai namanya, jenis puisi ini mengungkapkan rasa kasih sayang dan rasa indah sebagai lambang keindahan. Contoh romansa adalah sebagai berikut.

Hidup ini antara kau dan aku Tiada orang lain diantara kita Aku ialah kamu Kamu ialah aku Hidupku adalah bersamamu Senyummu ialah kebahagiaanku Sedihmu ialah sakitku Cintamu adalah anugerahku Karena kau… Adalah kisah hidupku

6. Elergi Berbeda dengan romansa, elergi merupakan jenis puisi yang berisi kesedihan. Jenis puisi ini merupakan wujud ungkapan kerinduan, kesedihan, duka, maupun kepergian seseorang yang tidak pernah kita inginkan. Contoh elergi adalah sebagai berikut.

Dalam perjalanan hidupku Aku bersedih karenamu Dalam lubuk hatiku Aku selalu mengingatmu Dalam ratapan tangisanku Aku menyesal karenamu Merenung atas segala perbuatanku kepadamu Sesalku dan sedihku Tiada lagi yang bisa kulakukan Kumohon… Kembalilah… Kembali kepelukanku

7. Satire Satire adalah jenis puisi yang berisi sindiran khusus ditujukan kepada orang-orang tertentu yang memiliki kedudukan atau jabatan tinggi. Contoh satire adalah sebagai berikut.

Lihatlah kami yang dibawahmu Lelah dan letih adalah sahabat kami Kerja keras adalah kesetiaan kami Kurang ialah lebih kami Kesusahan adalah kami setiap hari Dirimulah Yang bahagia diatas penderitaan kami Bersenang senang diatas kerja keras kami Berlebih lebihan diatas kurangnya kami Kau tak pernah melihat kearah kami Tak pernah peduli kepada kami Kau bergembira diatas kesengsaraan kami Kau tak berpihak kepada kami Diatas bumi ini Kezhaliman terjad

Jenis-Jenis Puisi Baru Berdasarkan Bentuknya Berdasarkan bentuknya, puisi baru dibagi menjadi beberapa jenis yaitu distikon, terzina, kuatrain (kuartet), kuint (quin), sektet, septime, oktaf (stanza), dan soneta. Berikut ini penjelasan dan contoh masing-masing jenis puisi baru tersebut. 1. Distikon Distikon adalah puisi yang tiap baitnya terdiri dari 2 baris atau dengan istilah lain disebut puisi 2 seuntai. Contoh distikon adalah sebagai berikut.

Berkali kita gagal Ulangi lagi dan cari akal
Berkali-kali kita jatuh Kembali berdiri jangan mengeluh

2. Terzina Terzina hampir serupa dengan distikon yaitu puisi yang tiap baitnya terdiri dari 3 baris atau dengan istilah lain puisi 3 seuntai. Contoh terzina adalah sebagai berikut.

Dalam ribaan bahagia datang Tersenyum bagai kencana Mengharum bagai cendana
Dalam bah’gia cinta tiba melayang Bersinar bagai matahari Mewarna bagaikan sari

3. kuatrain Kuatrain juga hampir sama dengan distikon dan terzina yaitu pada baitnya terdiri atas 4 baris atau disebut puisi 4 seuntai. Contoh kuatrain adalah sebagai berikut.

Mendatang-datang jua Kenangan masa lampau Menghilang muncul jua Yang dulu sinau silau
Membayang rupa jua Adi kanda lama lalu Membuat hati jua Layu lipu rindu-sendu

4. Kuint Kuint adalah jenis puisi baru yang terdiri atas 5 baris atau disebut juga puisi 5 seuntai. Contoh kuint adalah sebagai berikut.

Setiap detik langkahku Ku selalu melihatmu Perjalanan ini Karena hanya wajahmu yang terlihat Suami terbaikku

5. Sektet Sektet adalah puisi baru yang terdiri atas 6 baris atau puisi enam seuntai. Contoh sektet adalah sebagai berikut.

Merindu Bagia Jika hari’lah tengah malam Angin berhenti dari bernapas Sukma jiwaku rasa tenggelam Dalam laut tidak terwatas Menangis hati diiris sedih

6. Septime Septime adalah puisi yang terdiri atas 7 baris atau puisi tujuh seuntai. Contoh septime adalah sebagai berikut.

Ku mencarimu Mencari setiap langkahmu Kau ada dimana Kenapa sulit sekali untuk bertemu denganmu Ku mengharapkanmu Tuk selalu berjalan bersama Mengaharapkan cintamu

7. Oktaf atau Stanza Oktaf adalah puisi yang tiap baitnya terdiri dari 8 baris atau puisi 8 seuntai. Contoh oktaf atau stanza adalah sebagai berikut.

Awan datang melayang perlahan Serasa bermimpi, serasa berangan Bertambah lama, lupa di diri Bertambah halus akhirnya seri Dan bentuk menjadi hilang Dalam langit biru gemilang Demikian jiwaku lenyap sekarang Dalam kehidupan teguh tenang

8. Soneta Soneta merupakan jenis puisi baru yang terdiri dari 14 baris, terbagi menjadi dua bagian, yaitu bagian pertama terdiri atas 2 bait yang masing-masing bait terdiri dari 4 baris. Lalu bagian kedua terdiri atas 2 bait yang masing-masing bait terdiri dari 3 baris. Contoh soneta adalah sebagai berikut.

Perasaan siapa ta ‘kan nyala Melihat anak berelagu dendang Seorang saja di tengah padang Tiada berbaju buka kepala Beginilah nasib anak gembala Berteduh di bawah kayu nan rindang Semenjak pagi meninggalkan kandang Pulang ke rumah di senja kala
Jauh sedikit sesayup sampai Terdengar olehku bunyi serunai Melagukan alam nan molek permai Wahai gembala di segara hijau Mendengarkan puputmu menurutkan kerbau Maulah aku menurutkan dikau

Sumber : https://blogbahasa-indonesia.blogspot.com/2018/02/puisi-lama-dan-puisi-baru.html

Leave A Reply

Your email address will not be published.