Take a fresh look at your lifestyle.

PUISI-PUISI AKBAR MUBAROK

445

Ego

Apa yang kau banggakan?
Harta? Itu hanya sekedar buah bibir
Tahta? Seekor singa saja diam
Hidup hanya sementara saja bukan?
Tetapi kau masih saja serakah
Pikiranmu itu hanya seperti cacing tanah
Sepertinya dirimu pantas untuk mati
Kau hanyalah sebuah angan-angan
Tetapi tetap saja egois
Walau sudah diingatkan beberapa kali

Apakah kau sadar sekarang?

Makna Benda

Cermin terdiam fleksibel
Kipas angin selalu bersemangat
Tempat tidur merayu paksa
Dan lembaran kertas masih bersih

Aku ingin engkau
Tidak seperti cermin
Yang selalu lentur
Kepada setiap perkataan orang lain

Aku ingin engkau
Seperti kipas angin
Yang tidak pernah lelah
Menghadapi sikapku

Aku ingin engkau
Dapat meresapi arti
Dalam kerinduan ini
Walaupun itu melelahkan

Dan janganlah engkau
Merasa hampa hati
Karena hubungan itu
Ada makna rasa
Kekosongan selembar kertas

Lupakan

Di malam ini….
suasana begitu sunyi hanya terdengar
suara jangkrik dan katak bergumam
meminta pertolongan kesunyian di malam ini,
Rumput dan bunga hanya terdiam kaku,
angin malam yang dingin
merasuk kedalam pori-pori
merangsang gas alam keluar

namun kesunyian dan kekakuan malam ini
tidak mempengaruhi seorang pria ketika sedang dilanda asmara kepada seorang wanita

tapi…
takdir berkata lain
engkau bukan yang dia inginkan
kau hanyalah angin dingin
sudahlah jangan menyakiti dirimu
oleh satu wanita
karena akan membuat hatimu
serasa tertusuk sembilan pedang
dalam satu hentakan

16:00

Sore ini….
Sore ini bagaikan hari terakhirku di dunia
entah kenapa hari ini aku sangat bahagia
namun ada hasrat yang ingin aku sampaikan kepada seseorang wanita
andaikan seperti mobil, motor, dan truk yang bisa mengantarkan barang-barangnya ke tempat tujuan yang telah ditentukan oleh konsumen
seumpama seorang pria yang mengantarkan seorang kekasih ke rumahnya walaupun jauh akan tetapi ada makna tersirat dalam perjalanan itu.

Gelisah

Malam ini aku terdiam di depan kamar mandi hanya ada cermin mesin cuci dan instalasi
Aku mencoba pergi untuk membersihkan diri tetapi tidak bisa
Aku mencoba mencuci pikiran tetapi sulit
Aku mencoba bercermin tetapi aku lupa aku ini siapa
Aku mencoba mencari udara segar tetapi entah kemana
Dan akhirnya aku sadar
Yang aku perlukan hanyalah istirahat.

*Akbar Maulana, mahasiswa Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, FKIP Universitas Pakuan Bogor. Bergiat teater bersama Teater Diksatrasia.

23 Comments
  1. Debby Ocktavia says

    Setalah saya membaca puisi-puisi karya Akbar Maulana. Menurut saya, puisi-puisinya sangat bagus dan cocok untuk dibaca semua kalangan terutarama bagi yang sedang merasa galau. Ketika membacanya pun saya seolah-olah merasakan apa yany dituangkan dalam puisinya tersebut. Penulis menuangkan perasaan sedihnya, terlihat pada setiap judul dan isi puisinya. Seperti puisi yang berjudul “Gelisah” misalnya, penggalan puisinya begitu menyentuh dan kita pun terbawa suasana yang ada di dalam puisi tersebut. Bahasa yang digunakan pun mudah dipahami maknanya, sehingga pembaca bisa langsung menangkap isi dari puisi tersebut.

  2. Kadek Ela Setia Wati says

    Saya akan melakukan sedikit analisis terhadap puisi tersebut berdasarkan pendekatan pragmatik.
    Menurut saya puisi ini merupakan sebuah penyampaian isi perasaan sesuai dengan kehidupan sekarang ini, dimana semua orang egois terhadap masalah materialis hanya itu yang di anggap penting bahkan hingga keluarga, teman dan kehidupannya sendiripun dikorbankan mereka tidak ingat bahwa kesempatan merasakan keindahan dunia hanyalah sekali. Kemudian puisi “Makna Benda” menurut saya itu merupakan suatu sindiran seperti contohnya ketika mahasiswa diberikan tugas oleh dosen, dan ia hendak menyelesaikan tugas yang diberikan. Namun apa daya empuknya kasur selalu memikatnya untuk rebahan walaupun tugas masih kosong belum dikerjakan. Ia memang selalu berusaha melupakan kewajibannya itu, namun itu Sudak takdirnya. Tugas harus diselesaikan dan dikirim sebelum batas waktunya habis.

  3. Clarissa Amelia says

    Komentar untuk puisi “Ego”
    Menurut saya puisi ini menjelaskan tentang keegoisan manusia tentang tahta dan harta. Meskipun sudah diingatkan berkali-kali manusia tersebut tetap egois

    Komentar untuk puisi “Makna Benda”
    Menurut saya puisi tersebut menjelaskan kebermaknaan sebuah benda dalam hidup. Dalam puisi ini pula terdapat amanat bahwa kita sebagai manusia tidak boleh lelah menghadapi dunia.

    Komentar untuk puisi “Lupakan”
    Menurut saya puisi ini menceritakan tentang seorang pria yang begitu mencintai seorang wanita tapi apa mau dikata ternyata takdir berkata lain, sehingga pria tersebut lebih memilih untuk melupakan wanita tersebut

    Komentar untuk puisi “16.00”
    Menurut saya puisi tersebut menceritakan tentang seorang pria yang ingin menyampaikan rasa cintanya terhadap wanita yang dicintainya

    Komentar untuk puisi “Gelisah”
    Menurut saya puisi ini menceritakan tentang seseorang yang selalu merasa gelisah. Ternyata dia hanya butuh istirahat untuk menghilangkan kegelisahan yang dialaminya.

  4. Nispah Laela says

    Puisi yang berjudul Lupakan karya Akbar Mubarok tersebut menggambarkan seseorang yang sedang merasakan kesepian dan kesedihan karena ia bukanlah lelaki yang diinginkan wanitanya.

    Kau hanyalah angin dingin
    Sudahlah jangan menyakiti dirimu oleh satu wanita
    Karena akan membuat hatimu
    Serasa tertusuk sembilan pedang
    dalam satu hentakan

    Pada kutipan puisi tersebut ia hanya dianggap seperti angin yang hanya datang untuk melewatinya saja tidak untuk tinggal dan bisa bersamanya, karena itu ia harus melupakan wanita tersebut agar tidak menyakiti hatinya.

  5. Annisa Triardianti says

    setelah membaca puisi-puisi karya akbar mubarok , pada setiap puisi nya seperti menggambarkan seorang laki-laki yang sedang menunggu wanita yang dia cintai.
    Analisis Puisi 16:00 (pendekatan pragmatik)
    pada puisi tersebut ini menggambarkan tentang seseorang yang bersama wanita yang dicintainya pada sore hari, seseorang yang sangat bahagia ketika sedang bersama wanita tersebut hingga berpikir itu adalah hari terakhirnya di dunia. Di tengah-tengah kebahagiaan tersebut, namun dia memiliki perasaan ingin menyampaikan sesuatu pada wanita yang sedang bersamanya. Dia bepikir andaikan dia seperti mobil dan truk yang bisa mengantarkan barang sampai pada tempat tujuan. puisi ini sangat jelas menggambarkan dia membayangkan dirinya mengantarkan seorang wanita yang dicintainya kerumah nya walaupun jauh, dan dua berpikir mungkin di perjalanan akan banyak kenangan dan arti pada saat perjalanan pulang mengantarkan wanita tersebut.

  6. Bella Rizkia says

    Saya Bella Rizkia 032118056 ingin menganalisis puisi karya Akbar Mubarok yang berjudul “Lupakan” menceritakan seseorang Pria yang sedang jatuh cinta, tetapi sayangnya dia tolak oleh oleh wanita yang dia cintai. itu dapat dibuktikan pada larik ” Engkau bukan yang dia inginkan.” pada larik tersebut sudah jelas penulis menyiratkan bahwa pria tersebut telah ditolak oleh wanita yang dicintainya. selain itu, didalam puisi juga penulis ingin menyampaikan bahwa Pria tersebut sedang kesepian itu dapat dibuktikan pada larik “Suasana begitu sepi dan yang terdengar hanya suara jangkrik dan katak bergunam.”
    Nilai moral yang dapat diambil dari puisi tersebut adalah jangan menyakiti dirimu sendiri hanya karena satu orang yang bahkan yang tidak pernah menoleh kearahmu.

  7. Siti Nurmalasari Dewi says

    Analisis puisi “Lupakan” karya Akbar Mubarok dengan menggunakan pendekatan pragmatik.
    pada puisi karya Akbar Mubarok tersebut saya tertarik untuk menganalisis salah satu puisi karyanya yang berjudul “Lupakan”. Pada puisi tersebut menggambarkan seorang lelaki yang sedang merasakan suasana di malam hari dengan keadaan sunyi dan angin malam yang dingin ia termenung dan meminta pertolongan di keadaan susana sunyi dengan perasaan yang sedang dilanda asmara oleh seorang wanita. tetapi takdir berkata lain ia ditakdirkan tidak bisa untuk bersama karena ia bukan sesosok lelaki yang di inginkan oleh wanita tersebut ia hanyalah “angin dingin” bagi wanita tersebut. akhirnya seorang lelaki tersebut merasa hati nya tersakiti akan hal tersebut ia merasa ” tertusuk sembilan pedang dalam satu hentakan” ia pun akhirnya berniat untuk melupakan wanita tersebut karena ia tidak mau hatinya terus tersakiti.

  8. Anita Nurdiyanti says

    Pada puisi yang berjudul 16:00 karya Akbar Mubarok, puisi tersebut menggambarkan perasaan senang penulis. Pada puisi tersebut menggambarkan penulis sedang merasakan jatuh cinta kepada seorang wanita yang ia cintai.
    “Seumpama seorang pria yang mengantarkan seorang kekasih ke rumahnya walaupun jauh akan tetapi ada makna tersirat dalam perjalanan itu”
    Pada kutipan di atas penulis seolah-olah ingin sekali mengantarkan seorang wanita yang ia cintai pulang kerumahnya, walaupun jarak rumah wanita tersebut sangat jauh akan tetapi penulis tidak merasa keberatan karena ada makna tersirat dalam perjalanan itu. Maksud dari kata “ada makna tersirat dalam perjalanan itu” adalah ada perasaan senang yang dirasakan oleh penulis karna bisa berdekatan dan bersenda gurau dengan wanita yang ia cintai dalam perjalanan pulang kerumah wanita tersebut.

  9. Lutfiana Nur Rizkia says

    Semua puisi karya Akbar Mubarok sangat menarik dan memiliki makna tersendiri didalamnya. Salah satunya puisi yang berjudul “Lupakan”. Pada puisi “Lupakan” ini menggambarkan suasana hati seseorang yang sedang patah. Seorang pria yang hanya berharap pada satu wanita. Padahal diluar sana masih banyak wanita yang menghargai kedatangannya. Ia tak ingin menyakiti dirinya sendiri hanya dengan satu wanita.

    Namun kesunyian dan kekakuan malam ini
    Tidak mempengaruhi seorang pria ketika
    Sedang dilanda asmara kepada seorang
    Wanita.

    Potongan puisi diatas merupakan bukti bahwa pria tersebut betul-betul sedang dilanda asmara kepada satu orang wanita. Ia menaruh hati pada wanita itu. Berharap cinta yang ia berikan terbalaskan. Namun takdir berkata lain. Wanita itu tidak membalas cintanya. Ini yang disebut cinta bertepuk sebelah tangan.

    Hikmah yang dapat diambil dari puisi “Lupakan” karya Akbar Mubarok ini memberikan pembelajaran bahwa tidak baik berharap kepada manusia. Terlebih kepada manusia yang tak membalas cinta yang kita berikan. Puisi “Lupakan” Akbar Mubarok ini juga memberikan arti betapa pentingnya saling menghargai antar sesama.

  10. salwa lutfhianti says

    Nilai-nilai pragmatik dalam “Ego” karya Akbar Mubarok puisi akan saya jelaskan beebrapa potongan berikut ini:
    Apa yang kau banggakan?
    Harta?Itu hanya sekedar buah bibir
    Tahta?Seekor singa saja diam
    Hidup hanya sementara saja bukan?
    Potongan puisi di atas menggambarkan tentang kehidupan seseorang yang terkadang mereka hanya memikirkan harta dan tahta saja dan tidak pernah sadar bawah hidup itu hanyalah sementara dan semua yang kita punya akan diambil kembali oleh sang pencipta.
    Melalui pendekatan pragmatik,pesan dan manfaat yang tersampaikan kepada pembaca yaitu kita sebagai manusia tidak boleh membanggakan apa yang kita punya karena itu sifat yang tidak baiak dan apa yang kita banggakan itu hanyalah sementara dan sifatnya tidak kekal.

    Tetapi kau masih saja serakah
    Pikirkuvitu hanya seperti cacing tanah
    Seperti dirimu pantas mati
    Kau hanyalah sebuah angan-angan
    Potongan puisi di atas menggambarkan tentang seseorng memiliki kepribadian yang sangat serakah yang bisa di bilang juga egois dan selalu menganggap apa-apa itu sepele,dab dia tanpa tahu bahwa dia hanya lah sebuah angan-angan saja.
    Melalui pendekatan pragmatik pesan dan manfaat yanf tersampaikan kepada pembaca adalag kita sebagai manusia tidak boleh mempunyai sifat yang serakah ,sifat serakah termasuk sifat yang egois yang hanya mementingkan kepentingan dirinya sendiri tanpa melihat orang lain,muncul nyh sifat serakah karena kita tidak pernah bersyukur atas apa yang di beri oleh allah.

    Tetapi tetap saja egois
    Walau sudah di ingatkan berkali-kali

    Apakah ku sudah sadar?
    Potongan puisi di atas dihadirkan oleh Akbar Mubarok untuk memperkuat potongan bait sebelumnya yaitu setiap orang tidak boleh mempunya sifat yang egois dan serakah.
    Melalui pendekatan pragmatik,pesan yang tersampaikan kepada pembaca iyalah kita sebagai manusia harus selalu bersyukur dan harus selalu memikirkan orang yang ada di sekitar kita pula selain itu kita harus sdar bahwa sifat egois itu sangat tidak baik untuk terus di tanamkan dalam hidup.

  11. Hayatunnisa says

    Puisi yang dibuat oleh Akbar sangat menarik untuk dibaca. Karena, dapat dikatakan mewakili perasaan yang dialami oleh setiap insan di muka bumi.
    Setelah membaca puisi karya Akbar Mubarok. Di sini, saya menggunakan pendekatan pragmatik. Menurut saya, puisi-puisi yang ia buat terlihat menggambarkan kekecewaan, kesedihan, serta harapan, akan perasaannya terhadap seorang wanita ( seseorang yang dicintainya). Hal itu terlihat dari diksi yang digunakan olehnya. Salah satunya pada puisi yang berjudul Lupakan pada bait ke 4, larik 1-3. Yakni, ” Tapi, takdir berkata lain, engkau bukan yang dia inginkan, kau hanyalah angin dingin”. Pada larik tersebut tampak jelas makna yang terkandung didalamnya seperti perasaan yang bertepuk sebelah tangan. Amanat atau pesan yang dapat diambil dari puisi karya Akbar Mubarok ini, kita tidak boleh berlarut-larut dalam kesedihan, terutama perasaan berharap yang berlebihan pada seseorang, lebih baik fokus untuk memperbaiki diri menjadi lebih baik lagi, dan selalu bersemangat untuk berkaya di usia muda.

  12. Clarissa Amelia says

    Puisi “Ego”
    Puisi ini menceritakan tentang keegoisan manusia terkait harta dan tahta. Sekalipun sudah dingatkan berkali-kali tetap saja mereka egois dan mementingkan diri senidiri.

    Puisi “Makna Benda”
    Puisi ini menceritakan bahwa setiap benda pasti memiliki makna yang tersirat di dalamnya.

    Puisi “Lupakan”
    Puisi ini menceritakan tentang seorang pria yang mencintai seorang wanita tetapi ternyata wanita tersebut tidak mencintainya, sehingga pria tersebut memilihkan untuk melupakannya

    Puisi “16. 00”
    Puisi tersebut menceritakan ada seorang pria yang mencintai wanita dan ia ingin menyampaikan rasa cintanya.

    Puisi “Gelisah”
    Puisi tersebut menceritakan seseorang yang selalu merasa gelisah, ternyata ia hanya butuh istirahat agar kegelisahannya mereda.

  13. Putri Maulani says

    Assalamualaikum pak, saya Putri Maulani (032118092) 4D izin menanggapi, secara umum pendekatan pragmatik adalah pendekatan kritik sastra yang ingin memperlihatkan kesan dan penerimaan pembaca terhadap karya sastra. Dalam beberapa puisi tulisan Akbar terlihat di setiap baitnya menggambarkan perasaan seseorang , boleh jadi itu perasaan Akbar sebagai pengarang puisi itu sendiri. Saya tertarik untuk menganalisis ketiga puisi karyanya, dalam puisi “Ego” pengarang menggambarkan perasaan kesal kepada orang yang egois di tunjukkan dalam beberapa baris kalimatnya “Hidup hanya sementara saja bukan? tetapi kau masih saja serakah pikiranmu itu hanya seperti cacing tanah sepertinya dirimu pantas untuk mati”. Sedangkan dalam puisi kedua “Makna Benda” pengarang menginginkan sikap sesorang layaknya sebuah benda yan digambarkan dalam baris puisinya “Aku ingin engkau seperti kipas angin yang tidak pernah lelah menghadapi sikapku “. Lalu pada puisi ketiga yang berjudul “Lupakan” diantara semua puisi tulisannya puisi ketiga menarik untuk saya karena pengarang menggambarkan perasaan seseorang yang rindu akan akan seorang wanita tetapi wanita tersebut bukanlah miliknya dan pengarang bukan orang yang diinginkan wanita tersebut tetapi dalam puisi tersebut pun terlihat bahwa pengarang tetap menyemangati dirinya sendiri dan mungkin tidak ingin terus menerus tersakiti oleh satu wanita karena wanita di dunia ini tak hanya satu, terlihat dalam bait kedua dan ketiga puisi tersebut “Malam ini tidak mempengaruhi seorang pria ketika sedang dilanda asmara kepada seorang wanita, tapi…. takdir berkata lain engkau bukan yang ia inginkan kau hanyalah angin dingin sudahlah jangan menyakiti dirimu sendiri oleh satu wanita karena akan membuat hatimu serasa tertusuk sembilan pedang dalam satu hentakan”.

  14. Rifa Tsania says

    Puisi-puisi karya akbar mubarok semua terlihat menarik, saya lebih tertarik pada puisi “lupakan”. Pada puisi ini yang menggambarkan perasaan seorang pria yang cinta nya bertepuk sebelah tangan.
    Pria itu sedang dilanda asmara kepada seorang wanita yang sangat dia sukai.
    Dia menaruh hati/harapan kepada wanita itu berharap wanita itu pun memiliki perasaan yang sama terhadapnya.

    Tapi..
    Takdir berkata lain
    Engkau bukan yang dia inginkan

    Dari kutipan puisi tersebut, ternyata seorang wanita itu tidak memiliki perasaan yang sama dengan pria itu, wanita itu tidak menginginkan pria itu..
    Dan pria itu mengalami cinta bertepuk sebelah tangan..

    Biarlah, jangan putus asa terhadap cinta yang bertepuk sebelah tangan.. Karena diluar sana masih banyak wanita lain, dan jangan terlalu berharap sama manusia.

    Mohon maaf apabila komentar saya kurang baik 🙏

  15. R Neng Siti Aisyah says

    Analisis Puisi Makna Benda karya Akbar Mubarok dengan menggunakan pendekatan pragmatik.
    Menurut saya puisi Makna Benda ini sangat unik sekalipun menggunakan bahasa-bahasa yang sederhana namun maksud yang ia sampaikan kepada pembaca bisa berpengaruh besar pada pemikiran pembaca.
    Pada puisi tersebut penulis menggunakan perumpamaan yang berarti ia ingin seseorang itu seperti kipas yang selalu bergerak namun tidak pernah lelah ia tak ingin seseorang itu seperti cermin yang hanya bisa mengikuti gerakan orang yang ada didepannya.
    Puisi tersebut sangat berpengaruh untuk siapa saja yang membacanya karena ketika kita membaca puisi tersebut kita akan berpikir bahwa hidup itu tak selalu harus mendengarkan orang lain terkadang kita harus bertindak sesuai keinginan kita, mendengarkan suara hati kita. Hidup harus seperti kipas yang terus bergerak namun tak pernah lelah.

  16. Natasya Cahya Milenia says

    Semua puisi karya Akbar Mubarok sangat menarik dan memiliki makna tersirat disetiap baitnya. Salah satu puisi yang memiliki makna mendalam jika dilihat dari sudut pandang pembacanya yaitu ada pada puisi yang berjudul “Lupakan”.

    Dalam puisi ini menggambarkan suasana hati seorang pria yang sedang kecewa tentang harapan yang sudah ia bangun untuk seorang wanita yang sangat ia cintai.

    Kekecewaan dalam puisi ini dapat dilihat ketika seorang pria menaruh harapan besar kepada si wanita dan berusaha mendapatkan rasa cintanya terbalas oleh sang wanita. Namun takdir berkata lain, rasa cinta yang telah ia bangun sedemikian rupa ternyata hancur begitu saja karna dirasa wanita itu tidak membalas rasa cintanya.

    Selama ini pria itu hanya berharap sendirian, cintanya tak akan pernah terbalaskan. Puisi ini pun berisi makna bahwa seorang pria itu seharusnya tidak menyakiti dirinya sendiri hanya karna cinta yang salah. Seharusnya ia menghargai wanita diluaran sana, sebab diluar sana masih banyak sekali wanita yang mampu menghargai perasaan dan perjuangan pria tersebut. Malam itu si pria dilanda rasa kecewa yang teramat dalam, ia hanya ditemani kesunyian malam. Pikirannya berantakan, perasaannya hancur hanya karna satu wanita yang tak membalas cintanya.

    Hikmah yang dapat diambil dari puisi ini ialah yang bertanggung jawab atas rasa bahagia dan rasa sedihmu hanyalah dirimu sendiri. Janganlah pernah menyalahkan orang lain, mulai saat ini berhenti berekspetasi berlebih pada manusia. Apalagi jika ekspetasimu itu terlalu tinggi pada manusia. Harus di ingat! Kita ini hanyalah manusia, segala kekurangan itu ada pada diri kita.

  17. Fefi Syahri Romadhona says

    Semua puisi karya Akbar Mubarok sangat menarik dan memiliki makna tersendiri di setiap puisinya. Salah satunya yaitu puisi “lupakan” dalam puisi “lupakan” yaitu sesworang yang sedang merasa patah hati. Seorang pria yang berharap pada satu wanita. Dan ia tak ingin menyakiti dirinya karena hanya satu wanita.

    Dalam puisi tersebut seorang pria yang sedang di landa asmara dan ia berharap si wanita itupun membalas cintanya, tapi takdir berkata lain si wanita itu tak membalas cintanya.

    Hikmah yang dapat di ambil dari puisi “lupakan” itu adalah bahwa kita tidak boleh berharap lebih pada sesuatu hal yang tidak mungkin akan terbalaskan.

  18. Asri Dwi Rahmayanti says

    Dalam puisi berjudul Ego Karya Akbar Mubarok. Dalam analisi pendekatan pragmatik dapat kita lihat bahwa seseorang hanya memikirkan kehidupannya di dunia saja. Mereka egois hanya memikirkan tahta dan harta dapat di simpulkan bahwa disini dalam puisi ini memiliki kesan dan pesan yg khas bahwa manusia yg memiliki ego tinggi, manusia yg serakah akan di dunia ini. Walaupun sudah diberi peringatan tetapi ia tidak sadar juga akan ke egoan nya.

  19. Desty Ramadhan S says

    Dalam puisi makna benda tersirat makna seperti menyindir para pelajar/mahasiswa yang lalai akan tugas-tugasnya. Disana tertulis “Kipas angin selalu bersemangat, Tempat tidur merayu paksa, Dan lembaran kertas masih bersih” disaat sedang ada tugas mahasiswa/pelajar tersebut malah memilih untuk rebahan daripada mengerjakan kewajibannya. Tugasnya dibiarkan kosong begitu saja tanpa ada coretan segaris pun.

  20. Evi Lutfiah says

    Menurut Saya, puisi karya Akbar Mubarok lebih menceritakan suasana hati seorang laki-laki dalam menyampaikan perasaannya kepada pembaca. Ada rasa kecewa yang muncul ketika ia mengingat wanita dan pada saat itu pula ia merasa kecewa kepada dirinya sendiri. Penggunaan bahasa dalam puisi ini cukup mudah dipahami maknanya, namun untuk puisi “lupakan” penulis lebih menggunakan makna kias.

  21. Sasya Rusianti says

    Analisis dengan pendekatan pragmatik.

    Pada puisi tersebut menggambarkan seorang anak laki-laki yang sedang kasmaran tetapi ia tidak ditakdirkan untuk bersama, laki-laki itu berniat untuk melupakan gadis tersebut karena sudah membuat luka di hatinya dan tidak ingin terus sakit hati karenanya.

  22. Dela Deliana says

    Puisi yang telah dibuat oleh Akbar Maulana berisi curhatan tentang kegelisahan, keegoisan dan keikhlasan dalam melepaskan seseorang yang berakhir dengan sebuah tinggal kenangan. saya tertarik dan tersentuh dengan puisi yang berjudul “Lupakan” penyair mampu membawa pembaca hanyut ke dalam perasaan lewat larik-larik yang dicintainya. Larik-larik yang ditulisnya terasa hidup dan sangat mewakili perasaan seseorang yang baik sedang galau atau dikhianati.

  23. Dela Deliana says

    Puisi-puisi karya Akbar Maulana sangat menarik karena memuat sebuah curhatan tentang keegoisan, waktu, kasmaran dan keikhlasan dalam melepaskan seseorang hingga berakhir dengan kenangan. Saya sangat tertarik dan tersentuh dengan puisi yang berjudul “Lupakan” penyair mampu membawa pembaca hanyut ke dalam perasaan lewat larik-larik yang dicintainya. Larik-larik yang ditulisnya terasa hidup dan sangat mewakili perasaan seseorang yang baik sedang gelisah, galau dan dikhianati oleh seseorang.

Leave A Reply

Your email address will not be published.