Take a fresh look at your lifestyle.

MENJADI ANALIS KIMIA AAS

15

KAPITA SELEKTA 24 oktober 2018
Narasumber : Aisyah Devita, S.T
Aisyah Devita adalah salah satu alumnus Universitas Teknologi Sumbawa tahun 2013 yang kini bekerja di salah satu laboratorium PT. Sucofindo Sumbawa. Dalam kesempatan kemarin, beliau membagikan sedikit pengalamannya mengenai pekerjaan yang beliau geluti selama satu bulan bekerja di PT. Sucofindo Sumbawa.
PT. Sucofindo  merupakan salah satu perusahaan BUMN yang kepemilikan sahamnya sebanyak 95% dimiliki oleh pemerintah Indonesia dan 5% dimiliki oleh perusahaan asing SGS. Peerusahaan ini bergerak pada bidang inspeksi dan pengujian. Selama satu bulan bekerja di Sucofindo, Aisyah sendiri kini bekerja pada layanan bidang pengujian dan analisis, dimana pada layanan ini Sucofindo menyediakan analisis lengkap dengan kapabilitas laboratorium meliputi pengujian kimia, mikrobiologi, kalibrasi, elektrikal dan elektronika, keteknikan dan pengujian mineral dan pemrosesan mineral.
Narasumber kita saat ini memiliki fokus pada pengujian dan pemrosesan mineral dengan menggunakan AAS.
WHAT IS AAS?
AAS (atomic absorption Spectroscopy) adalah salah satu alat yang digunakan untuk mendeteksi konsentrasi ion dan molekul pada tingkatan rendah dengan tingkat akurasi yang tinggi. Alat ini pada dasarnya menggunakan absorbsi cahaya oleh atom pada panjang gelombang tertentu, tergantung pada sifat unsur yang diamati.


AAS dapat digunakan untuk mengukur 61 jenis logam.
Cara kerja alat ini adalah cahaya dari lambu katoda dilewatkan ke dalam nyala api yang berisi sampel yang telah teratomisasi, dan diteruskan ke detector melalui monokromator. Kerja alat ini sangat spesifik sehingga lampu katoda yang digunakan berbeda untuk setiap pengamatannya. Lampu yang digunakan harus mengandung unsur yang ingin diamati.

Contoh : jika menggunakan sample copper, maka lampu katoda yang digunakan harus mengandung copper.
Dalam hal ini narasumber menyampling produk tembaga milik PT. Amman Mineral menggunakan metode adisi standar. Metode ini dilakukan dengan mengambil dua atau lebih dari volume sampel untuk dipindahkan ke labu ukur. Larutan itu kemudian diencerkan hingga memiliki volume baru yang ditentukan dan diukur adsorbansinya tanpa ditambah zat standar. Sedangkan sampel yang lain akan ditambahkan terlebih dahulu larutan standar serta diencerkan sebelum diukur adsorbansinya.
Metode ini lebih umum digunakan dalam sampling AAS karena mampu menekan error dan kesalahan yang disebabkan perbedaan kondisi lingkungan sampel dan larutan standar.

MENGAPA AAS?
Pertimbangan menggunakan alat AAS dalam pengukuran kadar :
1.      Memiliki prosedur yang selektif dan spesifik
2.      Biaya yang dikeluarkan lebih murah
3.      Memiliki sensitivitas yang tinggi
4.      Dapat dengan mudah membuat matriks yang sesuai dengan standar
5.      Waktu analisis cepat
6.      Mudah digunakan


#KapSel2018
#metallurgialEngineering

Leave A Reply

Your email address will not be published.