Take a fresh look at your lifestyle.

Menjalin Kerukunan dan Keikhlasan Jiwa Dengan Roan, Ciri Khas Pesantren

33

Hari Minggu atau hari Ahad, adalah waktu dimana para santri untuk kerja bakti atau dengan istilah pondoknya sering disebut roan.

Setelah melaksanakan salat Subuh berjemaah, diteruskan dengan mengaji. Santri kemudian membersihkan halaman sekolah SMK Ma’arif NU 2 Ajibarang dan lingkungan Pesantren Miftahul Ulum, pada Minggu (16/8/20).

Dilanjut dengan membersihkan kamar-kamar pondok, kamar mandi, dapur, dan juga yang tidak boleh terlewati adalah membersihkan halaman belakang pondok. Seperti memangkas, mencabut rerumputan liar dan dedaunan, lalu menyapunya agar suasana menjadi lebih nyaman dan enak untuk dipandang.

Dikutip dari Google, Roan berasal dari kata tabarrukan yang disingkat menjadi rukan, kemudian menjadi roan. Roan adalah hal yang mengadat dan melekat pada jati diri pesantren. Setiap anak bertanggung jawab untuk roan, paling minim adalah membersihkan kamarnya sendiri. Disamping kebersihan adalah ajaran Islam, kebersihan juga dianjurkan Dokter. Tentunya manfaat dari kebersihan itu untuk diri masing-masing, terlebih SMK Ma’arif NU 2 Ajibarang yang berbasis Jurusan Kesehatan.

Di Pesantren kami, roan dilaksanakan setiap hari, minimal membersihkan Masjid Ibnu Sina. Dan di hari Minggu adalah roan Akbar. Semua santri membersihkan sesuai tugasnya masing-masing, dilihat dari lintingan kertas yang diambilnya. Dari roan banyak manfaat yang dapat diambil, seperti melatih kedisiplinan, tanggung jawab, keikhlasan, jiwa sosial, kebersamaan, dan kerukunan.

Sebelumnya, lingkungan sekolah sering digunakan untuk latihan haji di hari Minggu sehingga, untuk menghormatinya santri harus menjaga kebersihan. Namun latihan haji pun harus ditunda karena Pandemi covid-19. Santri pun dipulangkan selama beberapa bulan dan sudah kembali aktif dua minggu kebelakang ini. Menjaga kebersihan tetaplah harus dilakukan, minimal mengambil sampah yang terlihat saat kita berjalan dan membuangnya di tempat sampah.

Santri diajarkan untuk mandiri, berakhlak terpuji (akhlakul karimah), memiliki jiwa nasionalisme yang tinggi dan kepedulian sosial yang besar. Saat jauh dari orang tua, ruang lingkup kehidupan pesantren antar individu akan menjadi keluarga besar. Keluarga yang saling memahami dan peduli, menghormati dan menyayangi, saling berkorban dan mendahulukan.

Semoga dengan roan Akbar seperti ini dapat menjalin kebersamaan, menambah kerukunan, jiwa yang tulus serta ikhlas. Terhindar dari segala wabah penyakit, dan semoga covid-19 cepat berlalu. Dapat menjadi insan yang bertanggung jawab dan bisa dipercaya.

Penulis : Nur Fadilah
Editor : Dita Sekar Sari 21

Leave A Reply

Your email address will not be published.