Take a fresh look at your lifestyle.

Sekolah Tatap Muka Digelar, 3 Hal ini Dilarang Dilakukan

27

Bogor – Sesuai dengan Surat Keputusan Bersama (30/3/21), 4 Menteri sepakat menargetkan sekolah tatap muka dapat dimulai secara terbatas mulai bulan Juli 2021. Tentu tahapan ini dilaksanakan setelah vaksinasi guru dan tenaga pendidik selesai.

“Setelah seluruh tenaga kependidikan dalam satuan pendidikan dibaksinasi secara lengkap, pemerintah pusat, daerah, kanwil, dan kantor Kemenag mewajibkan satuan pendidikan tersebut untuk menyediakan layanan pembelajaran tatap muka terbatas,” terang Menteri Pendidikan dan Budaya, Nadiem Anwar Makarim (30/3/21) lalu.

Sekolah tatap muka terbatas dilaksanakan dengan menerapkan protokol kesehatan dan pembelajaran jarak jauh (PJJ). Dimulai dengan masa transisi percobaan selama dua bulan yang sama sekali berbeda dengan masa sekolah sebelum pandemi.

Mendikbud Nadiem Makarim menyebutkan ada 3 hal yang dilarang dilakukan selama masa transisi sekolah tatap muka terbatas.

Pertama, Tidak ada aktivitas kantin sekolah. Seluruh warga satuan pendidikan disarankan untuk membawa makan dan minum sendiri dengan pemenuhan gizi seimbang.

Kedua, tidak diperbolehkan ada kegiatan olahraga dan ekstrakulikuler di lingkungan sekolah. Aktivitas fisik tetap dapat dilaksanakan dengan pertimbangan dilakukan di rumah masing-masing.

Ketiga, seluruh kegiatan selain pembelajaran tidak diperkenankan selama masa transisi sekolah tatap muka terbatas. Kegiatan yang dimaksud seperti orang tua menunggu siswa di sekolah, pertemuan orang tua dengan siswa, dan pengenalan lingkungan sekolah (MOPDB). “Termasuk istirahat di luar kelas,” tambah Menterti Nadiem.

Kantin baru diperbolehkan beroperasi dengan menerapkan protokol kesehatan setelah masuk dalam masa kebiasaan baru (bukan masa transisi). Ini pun berlaku untuk kegiatan olahraga, ekstrakulikuler, dan kegiatan lain yang bukan kegiatan pembelajaran dengan syarat tetap menjaga protokol kesehatan.

Peran aktif kepala sekolah dan pemerintah dari setiap daerah sangat diperlukan untuk memastikan sekolah tatap muka terbatas ini dapat berjalan dengan aman. Tentu ketegasan dan kedisiplinan dalam menerapkan protokol kesehatan harus menjadi kunci dari semua.

Kepala sekolah diharapkan secara konsisten dapat memberikan edukasi penerapan protokol kesehatan di setiap lingkungan sekolahnya dengan memastikan seluruh kegiatan pembelajaran tatap muka dilakukan secara terbatas dan memenuhi seluruh persyaratan yang ada.

“Setiap kepala sekolah harus selalu siaga. Dan wajib menyiapkan satgas tanggap Covid-19, penanganan kasus, dan harus menutup sementara sekolah jika ditemukan kasus konfirmasi positif Covid-19 di tempatnya,” ujarnya.

Penulis: Tyanna Dwi
Sumber: detik.com

Leave A Reply

Your email address will not be published.